Jateng Runner Up Kejurnas Taekwondo

347

Jabar Juara Umum

BANDUNG – Jawa Tengah gagal mewujudkan ambisinya merebut gelar juara umum Kejuaraan Nasional Taekwondo Senior – Junior 2014 yang berlangsung di Gymnasium Hall Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kota Bandung, 1-4 Mei. Di event bergengsi ini, total Jateng meraih 8 medali emas, 10 perak dan 9 perunggu. Rinciannya, untuk senior 3 medali emas, 5 perak dan 4 perunggu. Sedangkan yunior merebut 5 medali emas, 5 perak dan 5 perunggu.

Tuan rumah Jabar sukses mempecundangi Jateng dengan meraih gelar juara umum setelah mengumpulkan poin tertinggi 251 pada empat hari pelaksanaan Kejurnas Taekwondo 2014 yakni 1-4 Mei. Sedangkan Jawa Tengah berada di peringkat kedua dengan 156 angka dan DKI Jakarta di peringkat ketiga dengan nilai 131.

Pada kejurnas ini, Jabar menunjukan dominasinya baik di junior maupun senior, baik kategori poomsae (kerapian jurus) maupun kyorugi (tarung). Total, tim kyorugi Jabar meraih 13 medali emas dan 12 perak,. Sedangkan pada nomor poomsae, Jabar meraih 7 medali emas dari 10 yang diperebutkan, yakni 3 pada junior dan 4 atau sapu bersih pada senior.
Jateng sempat menggebrak di hari pertama (1/5), dengan meraih 5 medali emas, 3 perak dan 2 perunggu. Semuanya dari nomor kyorugi. Namun di hari kedua hingga terakhir, perolehan medali Jateng melempem dan Jabar tampil dominan.
Hari kedua yang mempertandingkan kategori poomsae, Jateng hanya merebut satu medali emas melalui nomor beregu putra junior, kemudian 2 perak dan 5 medali perunggu. Di hari terakhir Minggu (4/5), kembali Jateng terseok. Hanya taekwondoin senior Ong Stevanus yang mampu merebut medali emas dari kelas under 49 kg putra senior. Kekecewaan Jateng sedikit terobati dengan terpilihnya Aghniny Haque sebagai atlet terbaik. Atlet yang akrab disapa Niny ini sebelumnya meraih medali emas di kelas under 49 kg putri senior.
Ketua Harian Pengprov TI Jateng Tanu Kismanto mengakui, secara pencapaian hasil, Jateng gagal walaupun masih menjadi juara umum 2. Menurutnya, Jateng memang perlu meningkatkan kemampuan atlet lebih dari sekarang. “Melihat kemajuan Kaltim, Banten, DKI dan pastinya Jabar, Jateng harus merubah sistem yang mendasar. Program latihan kita benahi bersama dengan arahan pelatih dari Korea. Baik koyorugi maupun poomsae, Jateng harus punya pelatda jangka panjang senior maupun yunior,” jelasnya. “Sesuai arahan ketum (Ketua Umum Pengprov TI Jateng Sudarsono Chandrawijaja), kita akan lakukan perbaikan pembinaan di segala segi, dengan pelatih muda, atlet muda, merubah kultur dan attitude lebih baik lagi agar lebih disiplin yang ujungnya tercipta mental yang kuat. Sebab Jateng punya materi atlet yang luar biasa,” tambahnya. (smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.