Kalah, Hentikan Setoran Partai

348

SALATIGA—Banyaknya anggota DPRD Kota Salatiga incumbent yang kalah dalam pemilu legislatif berimbas kepada penerimaan partai. Pasalnya, banyak dewan yang menghentikan potongan rutin gajinya ke partai.
Dari informasi yang diperoleh wartawan, setoran rutin para anggota dewan ini bervariasi. Mulai Rp 1 juta sampai dengan Rp 3,5 juta per dewan, tergantung kebijakan masing–masing partai. Penolakan setoran ini berdalih mereka telah habis– abisan mengerahkan dana dalam pemilu kemarin.
“Kami telah habis–habisan dana untuk memenangkan pemilu legislatif, namun akhirnya kalah. Tetapi tidak apa–apa yang penting partai bisa memberikan kebijakan mengenai sikap yang kami ambil,” terang salah satu anggota dewan pria yang enggan disebutkan namanya.
Langkah yang dilakukan memang sepihak dengan menemui bendahara sekretariat dewan (sekwan) dan meminta menghentikan potongan rutin. Namun ia yakin partainya akan memahami mengingat perolehan suaranya menjadi modal partai dan partai mendapatkan ganti melalui bantuan politik dari pemerintah setiap tahunnya.
Hal senada diungkapkan anggota dewan lainnya, yang menyatakan tidak akan membayar setoran partai lagi. Hal itu dilakukan karena ia dibebani utang yang harus dibayarkan setelah pelaksanaan pemilu legislatif. “Bagaimana lagi, kita juga didesak kebutuhan untuk membayar utang,” keluh anggota dewan lainnya.
Terkait hal tersebut, Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Salatiga FS Ariadi saat dikonfirmasi membenarkan masalah tersebut. Menurutnya, sikap yang diambil itu memang telah disepakati fraksi partai. “Kita sudah ada kesepakatan fraksi bahwa jika ada yang kalah dalam pemilu kemarin, maka setorannya dihentikan,” jelas Ariadi saat dikonfirmasi melalui telepon pribadinya.
Sementara itu ketua DPD PAN Kota Salatiga Kustadi Danuri menandaskan langkah yang dilakukan incumbent yang kalah tentunya melanggar aturan partai. “Tentunya itu melanggar aturan partai,” jelas Kustadi. Tetapi ia belum mengetahui mengenai sikap kadernya di DPRD.
Sebagaimana diketahui, dari 25 anggota dewan di Salatiga, hanya ada 8 dewan lama yang kembali menduduki jabatan. Sementara lainnya gagal ada yang digantikan kader lain bahkan ada partai yang tidak memiliki kader lagi di dewan. (sas/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.