Modul Unas Dikeluhkan Wali Murid

362

KAJEN–Pembelian modul Ujian Nasional (Unas) bagi siswa Kelas IX di seluruh SMP Negeri Kabupaten Pekalongan beberapa waktu lalu, ternyata tidak bermanfaat oleh siswa. Pasalnya, soal Unas Bahasa Indonesia jauh lebih sulit, jika dibandingkan modul Unas yang diperjualbelikan selama ini.
Juwariyah, 34, wali murid siswa SMP Negeri Sragi, mengungkapkan bahwa 3 bulan sebelum pelaknaan Unas, siswa kelas IX diwajibkan oleh pihak sekolah untuk membeli modul Unas seharga Rp 25 ribu per modul. Bahkan, jika siswa tidak membeli modul Unas tersebut, kepala sekolah mewajibkan siswanya untuk fotocopy dengan harga Rp 30 ribu.
“Sebelumnya, siswa diwajibkan membeli Lembar Kerja Siswa. Tapi sekarang diwajibkan membeli modul Unas. Uang BOS selama ini kemana saja, kalau siswa masih banyak dibebani pembayaran? Katanya SMP gratis,” keluh Juwariyah yang menunggu anaknya mengikuti Unas, Senin (5/5) siang kemarin.
Menurut Juwariyah, seharusnya soal modul Unas yang dibeli siswa, lebih sulit. Dengan begitu, para siswa tidak akan merasa kesulitan ketika mengerjakan soal Unas. “Kalau soal yang diberikan lebih mudah, ya sekarang tidak bisa mengerjakan,” kata Juwariyah yang mendapat keluhan anaknya yang kesulitan menjawab soal Unas.
Sedangkan Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Kabupaten Pekalongan, Rissa Sumarstiyanto, menandaskan bahwa Disdikbud tidak mewajibkan siswa untuk membeli modul Unas. Namun Disdikbud juga tidak melarang sekolah, untuk melakukan pengadaan modul Unas di sekolah masing-masing. ”Saya sudah mengantongi nama-nama kepala SMP yang melakukan jual beli modul Unas tersebut,” tandas Rissa.
Sementara itu, Bupati Pekalongan, Amat Antono, yang didampingi Kepala Disdikbud, Umaidi, saat melakukan pemantauan Senin (5/5) kemarin, mengaku puas dengan persiapan yang telah dilakukan oleh masing-masing sekolah. Bupati
“Dari hasil pantauan di beberapa sekolah pagi ini, pelaksanaan Unas SMP dan sederajat, berjalan baik. Materi soal ujian datang tepat waktu dan jumlahnya tepat,” kata Bupati Pekalongan, Amat Antono, saat melakukan pantauan di SMP Negeri 1 Wonopringgo.
Sementara itu, Unas SMP ini dilangsungkan sejak Senin (5/5) hingga Kamis (8/5) dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, Ilmu Pengetahuan Alam. Peserta Unas sebanyak 12.873 siswa yang terdiri atas 8.795 siswa SMP negeri/swasta, 3.331 siswa MTs, 219 siswa SMP Terbuka, 1 siswa SMP LB dan 527 siswa Paket B. (thd/ida)