Tak Diperbaiki, Jalan Ditanami Pisang

332

TEMANGGUNG–Lantaran kesal tidak kunjung diperbaiki, warga Desa Koripan Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung, menanam pohon pisang di tengah jalan yang berlubang sebagai tanda agar pengendara kendaraan bermotor tidak terjebak dalam lubang tersebut.
Yanto, 33, warga setempat menuturkan, sejak akhir 2013 lalu ┬ájalan yang berada di depan peternakan ayam Desa Koripan itu sudah mulai rusak. Memasuki musim hujan kerusakan semakin bertambah parah. “Awalnya cuma berlubang kecil saja, lama-kelamaan lubangnya kian bertambah besar,” katanya.
Ia menuturkan, kemungkinan lubang bertambah besar karena banjir yang selalu mengenangi daerah tersebut setiap kali hujan turun. “Perkiraan saya seperti itu. Drainase yang ada di samping kanan kiri jalan tidak mampu menampung derasnya air hujan. Sehingga setiap kali hujan deras badan jalan tertutup banjir, kemudian masuk ke lubang sehingga lama kelamaan lubangnya menjadi lebih besar,”jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan Hanif, 29, pekerja di peternakan ayam, akibat jalan berlubang tersebut, sering terjadi kecelakaan lalu lintas, terutama sepeda motor. “Sering terjadi tabrakan, lubang itu berada tepat di ujung tanjakan, sehingga jika ada sepeda motor dari atas tidak kelihatan. Padahal jalan yang bisa digunakan hanya sebelah saja, kondisi ini yang mengakibatkan seringnya terjadi kecelakaan,”jelasnya.
Untuk memberikan tanda dan keamanan ┬ábagi pengendara motor, warga menanam pohon pisang dijalan berlubang tersebut. “Tidak kali ini saja, sebelumnya warga juga sudah memberikan tanda tapi sering hilang,”ungkapnya.
Ia berharap, pemerintah segera memperbaiki jalan ini, sebab sangat rawan kecelakaan bagi penggendara kendaraan bermotor, apalagi kalau turun hujan, kondisinya semakin rawan kecelakaan. “Memang jalan ini bukan jalan raya besar, tapi ini juga jalan milik pemerintah, seharusnya juga dirawat,”pintanya. (zah/lis)