Tak Punya Makam, Jenazah Ditolak

337

TINGGINYA jumlah penduduk di Kelurahan Tlogosari Kulon, Pedurungan, tak dibarengi dengan penyediaan lahan makam. Lahan pemakaman di kelurahan itu nyaris tak ada.
Terkait hal itu, Forum RT/RW setempat berusaha untuk membeli lahan makam. Tapi, sampai sekarang, lahan yang dimaksud, belum ada. “ Kami berusaha untuk membeli lahan, dengan cara iuran dari masing-masing RT sampai RW,” kata Ketua Forum RT/RW Tlogosari Kulon, Teguh Setiono.
Teguh meminta keterlibatan instansi terkait, untuk mencarikan lahan yang akan mereka beli.
“Sekarang ini, mana ada lahan luas di dekat perumahan padat penduduk yang dijual murah untuk makam. Kalaupun ada, harganya sudah selangit. Kami prihatin, permukiman di Tlogosari ini, didesain untuk perumahan, tapi tidak memikirkan ke depan, lahan untuk pemakaman,” ungkapnya.
Yang terjadi, ungkap Teguh, jenazah warganya, kesulitan dimakamkan di wilayah sekitar perumahan.
“Maka, salah satu jalan adalah dimakamkan di Bergota,” katanya.
Sebenarnya, di Kalicari juga ada lahan pemakaman, yang relatif dekat dengan Tlogosari Kulon. Yaitu, TPU Segotek. Namun, warga luar Kalicari, tidak diperbolehkan dimakamkan di TPU itu. “Jadi yang diperbolehkan warga sekitar, bukan warga perumahan.”
Ia mengenang, pernah suatu hari, jenazah warga yang hendak dimakamkan di TPU Segotek, ditolak. Sebab, bukan warga setempat. Pemakaman Segotek hanya peruntukkannya bagi warga RW I. “Jadi terpaksa dimakamkan di TPU Bergota, dengan konsekuensi membayar biaya yang tidak sedikit.”
Wagiran, warga RT 3 RW IV Tlogosari Kulon yang juga Sekretaris Forum RT/RW mengatakan, untuk memakamkan seseorang seperti di pemakaman Kalicari, harus ada saudara atau kerabat yang tinggal di wilayah Kalicari. “Soalnya kalau tidak punya saudara, maka untuk menguburkan orang tersebut tidak bisa.”
Warga lain, Abdullah meminta pihak kelurahan menyediakan lahan makam bagi warga Tlogosari. (hid/isk)