Terobos Palang, Tewas Tersambar KA

284

KARANGAYU — Ini bisa menjadi pelajaran agar kita selalu tertib dan tidak menerobos palang pintu kereta api. Jangan sampai bernasib tragis seperti yang dialami Asrori, 62, warga Kp Tawang Rajekwesi RT 6 RW 4, Kelurahan Tawangmas, Semarang Barat. Ia tewas seketika dengan luka parah di bagian kepala setelah sepeda motornya tersambar kereta api barang di perlintasan Anjasmoro, Semarang Barat, Minggu (4/5) sekitar pukul 20.00. Korban tewas bersimbah darah setelah sempat terseret KA dan terpental sejauh 100 meter.
Kejadian nahas ini bermula saat korban mengendarai sepeda motor Honda Beat bernopol H 2846 EQ seorang diri. Dia melaju dari arah Karangayu menuju kawasan PRPP Jateng. Saat itu, ia dalam perjalanan pulang.
Sampai di lokasi, palang pintu KA dalam kondisi ditutup dan terdengar bunyi sirene, karena akan ada kereta api yang melintas. Tapi bukannya berhenti, korban malah menerobos palang pintu KA tersebut. ”Korban sepertinya sengaja menerobos. Padahal sejumlah pengendara dan warga sudah meneriaki kalau ada kereta api mau lewat,” kata saksi, Andreas, 24.
Namun teriakan warga tidak didengar oleh korban. Nahas, saat korban persis di tengah rel KASampai di pintu perliKA barang dari arah Jakarta menuju Stasiun Poncol, Semarang. Tanpa mampu menghindar, korban dan motornya pun dihantam kereta barang tersebut. Korban bersama motornya sempat terseret hingga sejauh 100 meter. Ia akhirnya terpental membentur tumpukan kerikil di tepi rel KA. Akibatnya, korban tewas di lokasi kejadian dengan luka parah di bagian kepala dan sekujur tubuhnya. ”Korban tewas seketika di lokasi kejadian. Lukanya sangat parah,” ujarnya.
Tentu saja, kejadian malam itu menjadi perhatian warga dan pengendara yang melintas. Mereka langsung mendatangi lokasi kejadian. Setelah polisi datang, mayat korban dibawa ke RSUP dr Kariadi. Sejumlah keluarga korban histeris mengetahui Asrori tewas dengan kondisi mengenaskan.
”Dari keterangan yang didapat, korban nerobos melalui celah palang pintu. Jadi, ini kesalahan korban sendiri,” kata Kapolsek Semarang Barat Kompol Yani Permana. (fth/aro/ce1)