BUMD Tak Sehat Akan Dilikuidasi

282

GUBERNURAN–Pemerintah Provinsi Jateng akan melakukan revitalisasi terhadap sejumlah perusahaan daerah (perusda) yang dianggap tidak produktif. Sebab, sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut dinilai membebani keuangan pemerintah.
Plt Sekda Jateng Sri Puryono mengatakan, sebagai langkah awal dalam melakukan revitalisasi BUMD, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sudah membentuk tim revitalisasi BUMD yang dibentuk pada Maret 2014 lalu. Tim itu diketuai oleh Imam Riwanto. Tim itu juga sudah memberikan rekomendasi mengenai hasil penilaiannya terhadap 8 BUMD pada akhir April lalu.
“Kami telah mendapatkan laporan awal mengenai hasil tim revitalisasi tersebut pada bulan April lalu,” kata Sri Puryono yang juga Pembina Perusahaan Daerah Jawa Tengah ini.
Dalam laporan awalnya, kata Sri, ada beberapa rekomendasi dari tim itu, di antaranya adalah untuk melakukan merger atau likuidasi.  Marger direkomendasikan terhadap BUMD yang tidak sehat atau tidak memberikan kontribusi kepada pemprov.
“Dalam waktu dekat, tim akan menyampaikan paparan ke Pak Gubernur,” katanya tanpa mau menyebut BUMD yang disebut-sebut agar dimerger itu.
Meski tidak menyebut BMUD yang harus dimerger, Sri Puryono mencontohkan tentang  perusahaan daerah yang mengurusi tentang gas selama ini operasionalnya juga dinilai kurang optimal. Sebab, selama ini pasokan gas untuk Jateng masih dari Jatim. “Saat ini masih akan terus dilakukan evaluasi,” ujar Puryono.
Menurut Puryono, kalau perusahaan yang tidak sehat itu terus dipertahankan, maka pemerintah juga akan rugi. Sebab, setiap bulan perusahaan itu juga rutin membayar karyawan, sementara perusahaan itu tidak bisa memberikan kontribusi kepada pemerintah. “Kalau tidak dimerger maka pemerintah akan rugi terus, ini kami lakukan untuk menghindari pemborosan,” tandasnya.
Plt Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi juga mengaku sudah menerima laporan dari Pemprov Jateng mengenai kondisi BUMD yang ada. “Dari laporan itu, memang kondisi BMUD yang ada berbeda-beda.  Kondisinya ada yang baik, sedang, dan kurang,” bebernya.
Untuk BUMD yang kondisinya bagus, ia meminta terus didorong agar lebih baik. Sedangkan yang kondisinya sedang, ia meminta untuk dimerger, sementara yang kondisinya kurang agar segera dilikuidasi agar tidak membebani keuangan pemerintah daerah. (saf/jpnn/aro)