Empat Desa Diserang Puting Beliung

267

MUNGKID– Angin puting beliung kembali memporak-porandakan sebagian wilayah Kabupaten Magelang. Kemarin (5/5) petang angin berputar ini melanda empat desa di Kecamatan Ngluwar. Akibatnya sejumlah rumah rusak dan sejumlah jalan putus akibat pohon ambruk.     
Empat desa yang diterjang angin puting beliung yakni Desa Ngluwar, Somokaton, Pakunden, dan Bligo. Tidak ada korban jiwa namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.     
Kepala Seksi Kedaruratan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Didik Wahyu N menyebutkan ada dua rumah rusak akibat kejadian itu. Tepatnya, di Dusun Karangkopek Wetan, Desa Ngluwar. “Bagian atap tertimpa pohon duku berdiameter 50 cm dan tinggi 25 meter. Rumah itu milik Daryanto dan Harjo Wiyoto,” jelas Didik.     
Kepala Desa Pakunden, Sujadi menambahkan, di desanya juga terdapat beberapa rumah warga yang mengalami rusak ringan baik karena tertimpa pohon ataupun karena atap beterbangan. Musibah angin puting beliung kemarin, kata dia, sudah yang ketiga kalinya. Pertama kali, terjadi pada tahun 1975, kemudian 2013, dan tahun 2014 ini.     
“Yang pasti tidak ada korban jiwa ataupun luka. Semua rumah yang mengalami kerusakan saat ini sudah dibersihkan, namun belum diperbaiki. Sedangkan pohon yang roboh sudah tertangani dan dipotong. Namun sejauh ini kami belum melapor ke BPBD,” terang Sujadi.     
Menurutnya, sebelum angin datang, wilayahnya hujan deras disertai bongkahan kecil es. Tiba- tiba muncul angin puting beliung berwarna putih dari arah timur ke barat.     
“Angin sempat berlangsung selama 15 menit. Di atas angin seperti ada awannya. Pas kejadian saya langsung keluar rumah dan melihat sekeliling, lalu puter ke dusun- dusun sekitar,” ungkapnya.
Pascamusibah tersebut, BPBD Kabupaten Magelang langsung mengirimkan bantuan logitik sementara berupa tenda dan makanan ringan. (vie/lis)