Oknum Polisi Pengguna Sabu Disidang

319

KRAPYAK–Kasus dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu dengan terdakwa seorang oknum anggota Polres Pekalongan Brigadir Muhammad Nurul Hidayat, 29, beserta tiga temannya Iwan Setiawan, 32, warga Pleburan Semarang; Rahmi Ariani, 28, warga Demak dan Rina Fitriani, 26, warga Pekalongan Timur mulai memasuki tahap persidangan.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang Maria Indah dalam dakwaannya menyatakan terdakwa Nurul Hidayat dijerat pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ia didakwa menawarkan dan menyerahkan sabu kepada ketiga temannya.
Dalam keterangannya, Nurul mengaku telah memberi dan memakai bersama-sama di sebuah rumah kontrakan milik Iwan di Jalan Pleburan Raya Semarang pada Sabtu (8/2) malam sekitar pukul 23.00. “Saat memakai (sabu-sabu), mereka juga tahu. Iwan yang datang dan membawa,” ungkapnya di hadapan majelis hakim yang diketuai hakim tunggal Aris B di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Selasa (6/5).
Iwan dalam kesaksiannya membenarkan hal tersebut. Menurutnya, dua paket sabu telah diserahkan. Tapi, ada sebagian yang dipakai bersama-sama. “Tapi ini bukan seperti pesta seperti makan. Karena posisi kamar mandi terpisah, setiap mau pakai masuk ke kamar mandi,” ungkapnya didampingi Rahmi dan Rina saat menjadi saksi atas perkara Nurul.
Terpisah, terdakwa Rahmi Ariani kemarin juga menjalani persidangan. Ia dijerat dengan dua dakwaan. Pertama melanggar pasal 112 ayat (1) dan kedua pasal 127 ayat (1) UU 35 Tahun 2005 tentang Narkotika. Persidangan kembali digelar Selasa (13/5) depan dengan agenda pemeriksaan saksi dan terdakwa.
Seperti diketahui, keempat terdakwa berhasil ditangkap oleh aparat Polrestabes Semarang pada saat bersama-sama mengonsumsi sabu-sabu di sebuah kontrakan milik Iwan di Jalan Pleburan Raya Semarang pada Sabtu (8/2) malam sekitar pukul 23.00. Mereka tepergok saat sedang fly setelah pesta narkoba. Dari tangan Nurul Hidayat, petugas menyita 2 gram sabu-sabu dan 20 butir ekstasi termasuk alat isap sabu-sabu. Oknum polisi tersebut saat ditangkap tidak melakukan perlawanan karena dalam kondisi terpengaruh narkoba. (fai/aro)