Pemasaran via Online Dongkrak Omzet Pengiriman Barang

329

SEMARANG – Maraknya bisnis dengan sistem pemasaran produk via online belakangan ini memberikan dampak positif bagi jasa pengiriman barang. Setidaknya ada kenaikan 20 persen dari usaha ekspedisi barang tersebut.
”Saat ini sudah banyak masyarakat yang memanfaatkan media online untuk berbelanja. Hal ini tentunya meningkatkan omzet pengiriman barang,” ujar Wakil Ketua DPW Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) Jawa Tengah Ranudin, kemarin.
Kenaikan omzet pengiriman karena bisnis online ini sudah terasa sejak tiga tahun lalu. Saat itu sudah mulai banyak penjual yang lebih memilih memasarkan barang lewat Facebook maupun media sosial lainnya.
Barang-barang ritel yang paling banyak dikirim di antaranya pakaian, sepatu, tas serta aksesoris. Selain itu kini berkembang bisnis online yang memasarkan produk-produk makanan. Khusus untuk jenis tersebut, pihaknya memberikan one day service. ”Makanan maupun olahannya ini pastinya membutuhkan perlakuan khusus, jadi kami berikan boks tersendiri. Beberapa jenis olahan makanan yang paling banyak diminati di antaranya bandeng presto, lunpia, serta gudeg Jogja,” ungkapnya.
Sejauh ini, lanjutnya, pengiriman olahan makanan masih terhitung normal. Kendati demikian pada momen-momen tertentu pengiriman bisa melonjak. Ia memprediksi menjelang puasa dan Lebaran pengiriman olahan makanan tersebut akan melonjak. Pengiriman barang untuk kebutuhan Ramadan misalnya, berdasarkan tren tahun sebelumnya diprediksi akan naik sekitar 25-30 persen.
Kenaikan akan kembali terjadi satu minggu jelang Lebaran, menurutnya pada saat itu barang yang dikirimkan didominasi oleh pakaian dan kue-kue kering. ”Saat biasa begini dalam satu bulan kami bisa mengirimkan 350 ton barang, saat Lebaran nanti bisa hampir dua kali lipatnya,” bebernya. (dna/smu/ce1)