Penanganan Tepat, Kurangi Risiko Buruk

262

TUGUREJO – Dalam kondisi darurat, seperti kecelakaan dan penyakit yang parah, korban tentu harus segera mendapatkan pertolongan. Namun penanganan harus dilakukan secara tepat agar terhindar dari risiko yang fatal seperti cacat bahkan kematian.
Direktur RSUD dr Adhyatma Tugurejo Endang Agustinar mengatakan, perlu adanya informasi dan pembekalan kepada masyarakat umum, agar saat kondisi yang gawat sang penolong bisa melakukan hal-hal yang benar dalam melakukan pertolongan pertama. “Kadang orang akan panik jika melihat korban kecelakaan atau sakit mendadak, padahal sang korban harus segera ditolong lantaran keterlambatan pertolongan bisa menyebabkan kematian. Namun, kadang terjadi salah penanganan dan membuat korbannya semakin parah,” katanya usai acara Pelatihan Kegawatdaruratan bagi Awam, Selasa (6/5).
Menurutnya, masyarakat terkadang tidak bisa mengenali kondisi gawat darurat. Sehingga perlu digelar pelatihan kegawatdaruratan untuk masyarakat. “Keterampilan itu harus dimiliki dan harus ada pelatihan tentang pertolongan yang baik dan benar,” ujarnya.
Kepala Humas RSUD dr Adhyatma Endang Dwiningsih menambahkan, pelatihan diikuti perwakilan 97 perusahaan di Kota Semarang. Pelatihan meliputi cara menolong pasien kecelakaan, luka bakar, sesak napas tiba-tiba, serangan stroke, diabetes mellitus dan lain sebagainya. “Masih banyak temuan terkait kondisi pasien yang makin parah saat dibawa ke rumah sakit, contohnya jika ada kecelakaan di jalan, korban tidak bisa dipindahkan sembarangan. Memindahkan korban dalam kondisi gawat darurat secara keliru dapat menimbulkan kecatatan hingga kejadian fatal seperti meninggal,” ujarnya. (den/ton)