Semen Indonesia Investasi Rp 3,717 T

365

Bangun Pabrik di Rembang Bulan Depan

SEMARANG – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menargetkan pembangunan pabrik semen baru di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, selesai pada 2016. First Piling atau pemancangan pertama pabrik berkapasitas 3 juta ton semen per tahun itu akan dilakukan pada Juni 2014. Pabrik ini didesain sebagai pabrik ramah lingkungan dengan konsumsi energi dan air yang minim serta memperbanyak ruang hijau.
Direktur Utama Perseroan Dwi Soetjipto kemarin di Semarang mengatakan, saat ini sejumlah persiapan telah dilakukan, meliputi penyiapan lahan, aktivitas engineering, hingga pengadaan peralatan. ”Pada Juni 2014, kami akan melaksanakan First Piling untuk proyek Pabrik Semen di Rembang. Setelah proses konstruksi sipil, mekanikal, kelistrikan, dan instrumen lainnya, kami berharap mayoritas peralatan telah terpasang dan bisa commissioning pada 2016. Kami menargetkan pabrik tersebut bisa beroperasi secara komersial di akhir 2016 untuk memperkuat penetrasi pasar Perseroan.
Menurut Dwi, investasi untuk membangun pabrik di Rembang mencapai Rp 3,717 triliun atau setara US$ 134,20 per ton semen. Angka itu berada dalam kisaran nilai investasi per ton untuk transaksi sejenis, yaitu antara US$ 116,17 sampai US$ 264,71 per ton. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan pabrik Perseroan cukup efisien. Dwi Soetjipto mengatakan, selama masa pengerjaan proyek, jumlah tenaga kerja yang terlibat mencapai 3.817 orang. Adapun pasca-proyek, tenaga kerja yang terlibat baik tenaga organik dan pendukung kurang lebih 1.100 orang. ”Kami juga akan banyak mengajak pelaku usaha lokal untuk bermitra, baik ketika pembangunan berlangsung maupun saat pabrik sudah beroperasi. Misalnya, pelaku usaha lokal bisa menyuplai limbah pertanian untuk kami gunakan sebagai bahan bakar alternatif. Ke depan, dampak ekonomi akan semakin luas karena pembangunan dan operasional pabrik akan memicu timbulnya sektor ekonomi baru, seperti jasa transportasi, properti, kuliner, perhotelan dan sebagainya. Belum lagi jumlah pembayaran pajak dan retribusi daerah yang cukup besar,” kata Dwi Soetjipto.
Perseroan juga mempunyai program tanggung jawab sosial perusahaan untuk mengembangkan masyarakat di sekitar pabrik melalui aktivitas pendidikan, bantuan sosial, bantuan pendidikan, hingga pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selama ini, program tanggung jawab sosial perusahaan untuk masyarakat Rembang dan sekitarnya sudah berjalan, termasuk mengundang pihak terkait untuk memastikan bahwa pembangunan pabrik tidak berdampak buruk ke lingkungan.
Secara bisnis pembangunan pabrik ini dilakukan sebagai upaya Perseroan untuk mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar di industri semen nasional. Pabrik Rembang, misalnya, akan memasok semen di area Jawa Tengah dan Jawa Barat bagian Timur. ”Dengan lebih dekat ke pasar, kami bisa menghemat biaya distribusi dan transportasi untuk memaksimalkan kinerja, sehingga kami bisa memberi manfaat maksimal kepada stakeholders,” jelas Dwi Soetjipto. (tya/smu/ce1)