Tunggu Izin Pembongkaran

316

SALATIGA—Rencana pembangunan pasar Rejosari terus saja molor. Sekalipun pedagang mendesak untuk segera dibangun, namun pemkot tidak segera melaksanakan.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Kota Salatiga Sri Danudjo meminta pedagang untuk bersabar mengingat ada prosedur dan mekanisme yang harus dilalui. Salah satunya adalah membongkar los darurat.
Sri Danudjo mengaku tengah menunggu izin dari Wali Kota terkait pembongkaran los darurat. “Jika diizinkan dibongkar, barang-barang bongkaran yang masih memiliki nilai ekonomi akan dikumpulkan untuk selanjutnya dilelang,” kata Danudjo, kemarin. Los maupun kios yang ada saat ini berstatus sebagai aset daerah.
Desakan pembangunan muncul dari pedagang kios di Pasar Rejosari yang menempati Blok D. Ketidakpastian pembangunan pasar yang berlangsung hampir tiga tahun membuat nasib mereka tidak jelas. ”Kami pedagang sudah capek dengan kondisi seperti ini. Kami berharap pasar segera dibangun dan kami dapat berjualan dengan normal,” ujar Suyati, 65, pedagang telur ayam di Blok D. 
Suyati yang telah berjualan di Pasar Rejosari sejak 1983 mengaku, pasca-kebakaran pada 2008 sampai saat ini keuntungan yang didapatnya terus menurun. Jika dulu dia mampu menjual telur hingga 100 kilogram per hari, saat ini rata – rata hanya 30 kilogram. Kondisi pasar yang semakin kumuh membuatnya kehilangan banyak pelanggan.
Hal senada diungkapkan Jumiyem, 47, yang membuka usaha warung makan di blok yang sama. Sebelum pedagang los direlokasi ke TPPS 1, banyak pembeli yang mampir ke warungnya. Tak hanya sekedar makan, tetapi banyak juga yang membeli sayur atau lauk untuk dibawa pulang. “Saat ini sepi sekali,” kata perempuan yang telah 20 tahun berjualan. (sas/ton)