Jateng Sumbang Tiga Pemain Timnas Basket

296

SEMARANG – Jateng menyumbang tiga pemain dalam timnas basket putri KU 18 yang dipersiapkan dalam 1st SEABA U 18 Championship for Women yang akan berlangsung di GOR Sahabat Semarang, 26-29 Mei mendatang.
Ketiganya adalah Dewi Putri Sungging, Dyah Lestari, dan Ratnani Ayu. Sebelumnya enam pemain Jateng terpilih masuk dalam seleksi yang berlangsung pada Minggu (4/5) hingga Selasa (6/5) di GOR Sahabat.
Sayang, Chelly Marcelina, Poppy Paramitha, dan Benita Cindy kalah bersaing dengan pemain dari daerah lain. Selanjutnya, pemain yang masuk dalam tim kembali menjalani pemusatan latihan di tempat yang sama mulai 14 Mei hingga turnamen berlangsung.
Pelatih timnas putri KU 18 Julisa Moertoetyana mengatakan, ke-12 pemain yang terpilih melalui seleksi yang ketat dan memang yang terbaik dari terbaik. Kendati hanya diberi waktu tiga hari proses seleksi oleh PB Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi), Julisa tetap memaksimalkan waktu yang ada untuk membentuk tim yang solid.
”Kalau berbicara waktu seleksi jelas sangat mepet. Tapi ini tantangan yang harus dihadapi tim pelatih untuk menciptakan tim yang kuat dan solid. Apapun keadaan tim ini, harus bisa tampil maksimal dalam turnamen nanti,” tutur mantan pelatih timnas basket putri U 16 itu.
Ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus ia selesaikan saat pemusatan latihan nanti. Berkaca saat melakukan uji coba melawan tim Sahabat Wisma Sehati, Selasa (6/5) malam, Julisa menilai pemainnya mempunyai skill yang cukup bagus. Di sisi lain punya semangat bertanding yang kuat.
Menurutnya, komunikasi antar pemain masih kurang lancar dan penetrasi yang dilakukan mudah dibaca dan hasilnya mudah pula dipatahkan lawan. ”Tapi itu sangat wajar karena mereka cuma tiga hari berkumpul. Nanti saat pemusatan latihan, baru kami gencar dengan latihan teknik,” tandas dia.
Manajer Tim Poa Seng Goeng menambahkan, apapun keadaan tim ini harus dimaksimalkan. Namun pria yang juga Ketua Tim Sahabat itu yakin pemain bisa mengimbangi lawan dari Malaysia dan Singapura. ”Secara teknik, saya percaya tak kalah dengan negara lain,” pungkasnya. (bas/smu)