Pendaki Dilarang Dekati Kawah

320

Sindoro Boleh Didaki

TEMANGGUNG—Jalur pendakian Gunung Sindoro yang berstatus aktif normal tidak ditutup. Hanya saja, pendaki diimbau untuk tindak mendekati kawah Jalatunda. Ketua Grasindo Desa Kledung Basori mengatakan, jalur pendakian melalui Desa Kledung Kecamatan Kledung setiap hari tetap dibuka, bahkan hampir setiap hari ada pendaki yang melakukan pendakian ke puncak gunung Sindoro. “Kalau hari Sabtu atau hari libur nasional, banyak pendaki dari luar daerah yang melakukan pendakian,” katanya.
Ia mengatakan, sebelum para pendaki naik, mereka diwajibkan untuk registrasi di pos pendakian. Selain itu juga beri pengertian agar tidak mendekati bibir kawah Jalatunda karena masih mengeluarkan asap sulfatara. “Wajib, semua pendaki wajib melakukan regristasi, pendaki juga diberi bekal pengetahuan tetang kondisi puncak Sindoro,” katanya.
Ia menuturkan, meskipun tetap dibuka, namun pihaknya lebih ketat menerapkan aturan kepada pendaki. Jika memang para pendaki tidak mematuhi dan tidak mau menjalankan aturan, tidak diperbolehkan melakukan pendakian.
“Sekarang kami lebih ketat, kami tidak ingin lagi ada pendaki yang tewas di puncak Sindoro. Cukup sudah dua pendaki yang tewas akibat menghirup asap sulfatara pada awal tahun 2013 lalu,” tegasnya.   
Selain itu katanya, untuk mejaga kebersihan Gunung Sindoro, setiap pendaki yang membawa bekal dengan bungkus plastik akan didata, kemudian pada saat turun bukus plastik tersebut juga harus dibawa turun kembali. “Kami ingin puncak gunung selalu dalam keadaan bersih jadi kami terapkan aturan ini,”pungkasnya.
Terpisah, petugas Pemantau Gunung Sindoro Sumbing, Yuli Rahmatullah mengatakan, sejak status Gunung Sindoro turun menjadi normal pada Maret 2012 lalu, jalur pendakian ke Gunung tersebut tetap dibuka. “Sejak saat itu hingga sekarang tetap dibuka untuk pendakian,”katanya Rabu kemarin.
Namun katanya sesuai imbauan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, pendaki tidak boleh mendekati bibir kawah dalam jarak dekat. Karena sering mengeluarkan gas beracun yang bisa menyebabkan kematian.  
“Asap sulfatara sangat berancun dan berbahaya bagi manusia, untuk itu pendaki tidak boleh mendekati bibir kawah,”katanya.
Ia menjelaskan, asap sulfatara terdiri dari gas bercampur dengan air, dalam kondisi tertentu asap ini bisa mengeluarkan racun yang bisa menyebabkan kematian, apalagi sebelum terkena sinar matahari. (zah/lis)