Pengangguran di Jateng Turun

274

SEMARANG – Tingkat pengangguran terbuka di Jawa Tengah mengalami penurunan. Yaitu dari 5,51 persen pada Agustus 2013 menjadi 5,45 persen pada Februari tahun ini.
Kabid Statistik Sosial BPS Jateng Erisman mengatakan jumlah angkatan kerja di Jateng Februari 2014 sebesar 17,72 juta orang, bertambah 249 ribu orang dibanding angkatan kerja Februari 2013. Sedangkan jumlah penduduk yang bekerja di Jateng pada Februari 2014 sebesar 16,75 juta orang. “Jumlah tersebut juga bertambah sekitar 246 ribu orang dibanding pada Februari 2013,” ujarnya, kemarin (7/5).
Sektor pertanian, perdagangan, industri dan sektor jasa menjadi penampung terbesar tenaga kerja dalam setahun terakhir ini. Yaitu sebesar 85,80 persen. Tiga dari empat sektor tersebut, ucapnya, juga mengalami peningkatan jumlah pekerja. Sektor pertanian meningkat sebesar 86 ribu orang atau 1,69 persen. Kemudian sektor industri pekerjanya bertambah sebesar 6 ribu orang atau meningkat 0,17 persen. Sektor jasa jumlah pekerja bertambah seribu orang atau 0,06 persen.
Bila ditilik berdasarkan jenjang pendidikan, pekerja dengan jenjang SD ke bawah hingga Februari tahun ini masih mendominasi penduduk yang bekerja di Jateng. Yaitu sekitar 9,14 juta orang atau 54,54 persen, baru kemudian diikuti jenjang SMA sekitar 3,37 juta orange atau 20,1 persen. Kemudian untuk kategori jumlah penduduk yang bekerja sebagai buruh/karyawan sebesar 5,74 juta orang atau 34,25 persen, berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 2,93 juta orang ata 17,48 persen dan berusaha sendiri sejumlah 2,82 juta orang atau 16,81 persen.
Sedangkan pekerja dengan jumlah jam kerja di atas 35 jam per minggu ada sebanyak 11,90 juta orang atau 71,05 persen, kemudian penduduk yang bekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 15 jam per minggu mencapai 1,06 juta orang atau 6,34 persen. (dna/smu)