Perusahaan Diminta Perhatikan Limbah

346

TEMANGGUNG–Wakil Bupati Temanggung, Irawan Prasetyadi menegaskan kepada seluruh perusahaan yang berada di kawasan industri maupun yang tidak berada pada tempat yang dilokasikan untuk memperhatikan pengelolaan limbah sisa hasil usaha. Sebab, pengelolaan limbah yang ditimbulkan sebagai dampak produksi akan menyebabkan masyarakat terganggu, khususnya kesehatan.
Selain kesehatan masyarakat, limbah pabrik juga menyebabkan kerusakan lingkungan dan ekosistem alam. Untuk itu, perusahaan harus memperhatikan pengelolaan limbah sehingga sisa hasil usaha yang dibuang tidak berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan. “Juga keselamatan karyawan terjamin, baik keselamatan kerja maupun kesehatan,” katanya saat melakukan kunjungan ke perusahaan kayu di Desa Kupen, Kecamatan Pringsurat.
Menurutnya, kunjungan diperlukan sebagai bentuk investigasi langsung dalam menjalankan fungsi pengawasan pengelolaan usaha. Disamping itu, diperlukan pula kerja sama yang baik antara perusahaan dan pemerintah daerah untuk saling menunjang.
“Untuk mengetahui secara langsung di lapangan mengenai kegiatan operasional produksi  sekaligus bersilaturahmi agar terjalin hubungan yang sinergis antara Pemkab dengan perusahaan. Yang terpenting bagi pemkab, perusahaan bisa berjalan lancar tanpa kendala dan bisa menyerap tenaga kerja lokal,” terangnya.
Ia mengatakan, setelah mendengar langsung penjelasan  manager dan melihat opersional kegiatan usahanya, secara umum  roda perusahaan berjalan cukup baik. Namun demikian perlu diperhatikan masalah uji emisi pengolahan limbah dan masalah keselamatan kerja  karyawan.
Diutarakan, persoalan limbah pabrik harus diolah sedemikian rupa sesuai ketentuan supaya tidak mencemari lingkungan. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian emisi secara berkala sehingga udara di lingkungan pabrik tetap terjaga kebersihannya dan layak untuk dihirup. Demikian halnya masalah keselamatan kerja perlu diperhatikan dengan menyediakan peralatan pemadam kebakaran yang memadai.      
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Andristi menjelaskan, pihaknya secara berkala melakukan pembinaan kepada perusahaan-perusahaan pengolahan kayu utamanya dalam mengelola limbah pabrik. Dengan pola pembinaan yang berkelanjutan diharapkan limbah pabrik bisa diolah sesuai standar kesehatan supaya tidak mencemari lingkungan.(zah/lis)