Anak Lumba-Lumba Lahir

360

KENDAL—Tempat Wisata Pantai Cahaya Wersut Seguni Indonesia (WSI) di Desa Sendang Sikucing, Rowosari mendapatkan keluarga baru. Yakni dengan kehadiran ikan lumba-lumba yang baru dilahirkan oleh Meme dan Tomtom, sepasang lumba-lumba jantan dan betina.
Bayi lumba-lumba yang baru saja lahir dan belum memiliki nama itu, terlihat aktif berkeliling di dalam kolam berdiameter 10 meter dan kedalaman empat meter. Anak lumba-lumba yang barus berusia satu hari itu adalah anak kedua dari lumba-lumba Meme yang baru berusia 10 tahun ini.
“Anak pertamanya Meme yang lahir pada awal 2012 lalu, sudah berumur 2,5 tahun. Anak pertama betina namanya Poni. Sedangkan anak kedua ini belum diketahui jenis kelaminnya, apakah betina atau jantan. Rencananya akan diberi nama oleh Direktur WSI, hari ini (9/8),” ujar General Manager Produk dan Pengembangan Lumba-Lumba Pantai Cahaya WSI, Antok.
Anak Meme kedua ini, terlahir dengan bobot sekitar lima kilogram dan panjang 60 sentimeter. Proses kelahirannya normal, si induk juga aktif melatih anaknya mengitari kolam agar dapat menyesuikan diri denan lingkungan barunya. “Umur 0-6 bulan, anak lumba-lumba ini masih akan menyusui induknya. Baru kemudian, akan dilatih makan,” tandasnya.
Oleh petugas, anak lumba-lumba tersebut masih dalam pengawasan. Untuk mengantisipasi agar tidak terserang jamur ataupun penyakit yang dapat membahayakan induk dan anak lumba-lumba tersebut.
Selama menyusui, lanjut Antok, si induk akan mendapatkan jatah makan satu berupa ikan segar. Di antaranya ikan selar, japuh, dan kembung. “Kalau mulai makan sendiri, pada umur lima bulan. Saat ini, lumba-lumba masih menyusui hingga umur dua setengah tahun. Tapi kami akan memantau terus terutama kondisi lumba-lumba dan kolamnya,” papar dia.
General Operasional Objek Wisata Pantai Cahaya WSI, Nova Hamdani, menambahkan bahwa kelahiran lumba-lumba ini merupakan hasil program breeding dan konservasi lumba-lumba di WSI. “Sekarang jumlah total lumba-lumba yang ada di sini 25 ekor. Mereka terbagi dalam pertunjukan, terapi, serta breeding dan konservasi,” tandasnya. (bud/ida)