Dirazia, Penambang Galian C Kabur

327

MANGUNHARJO–Petugas gabungan dari berbagai unsur, kemarin (8/5) melakukan razia di lokasi galian C Mangunharjo, Kecamatan Tembalang. Petugas tersebut terdiri atas Badan Lingkungan Hidup (BLH), Satpol PP-Linmas, Dinas PSDA dan ESDM Kota   dan Polrestabes Semarang. Dalam razia tersebut beberapa pengemudi truk yang mengetahui kedatangan petugas langsung turun dari truk dan kabur menyelamatkan diri.
Tak hanya itu, beberapa truk sengaja ditinggalkan oleh pengemudi begitu meihat kedatangan petugas. Beberapa pekerja yang mengetahui kedatangan petugas langsung berlarian ke atas bukit. Petugas yang mengetahui adanya gelagat yang tidak baik, tetap melanjutkan sampai ke puncak.
Di tempat tersebut ditemukan beghu yang sedang bekerja. Mengetahui adanya petugas datang, pengemudi beghu langsung turun dan ikut bersembunyi. Petugas tak kalah gesit. Mereka langsung menangkap pengemudi beghu tersebut dan dimintai menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Tak hanya itu, beberapa palu godam yang dibawa pekerja untuk menambang juga ikut diamankan. Petugas juga memasang police line di beghu tersebut.
”Kami sempat menyita dua KTP dan SIM B,” kata Plt Kabid Penegakan Perda Satpol PP-Linmas Kota Semarang Kristanto.
Dikatakan, razia tersebut dilakukan untuk penutupan galian C Mangunharjo karena izinnya telah habis masa berlakunya. “Karena telah habis masa berlakuknya, maka untuk sementara galian C ini ditutup,” tegasnya.
Kristanto mengatakan, dampak dari aktivitas penambangan tersebut antara lain lahan menjadi gundul, punahnya flora dan fauna, banjir lumpur, sedimentasi dan erosi, ceceran tanah di jalan, serta menimbulkan gangguan lalu lintas dan kenyamanan bagi pengguna jalan.
“Pemilik lokasi tambang itu seringkali beralasan melakukan penataan lahan, tetapi aktivitas tersebut menghasilkan material galian C justru dijual ke pihak lain,” katanya.
Salah seorang warga, Wijayanto, mengatakan, selama ini pemkot dinilai tidak tegas dalam penanganan galian C di wilayahnya. Hal itu terbukti masih banyaknya praktik penambangan liar di sejumlah titik di wilayah Kota Semarang. Seperti di Kecamatan Gunungpati yang sampai sekarang belum ada tindakan tegas.  “Harusnya kalau memang ditertibkan semuanya harus ditertibkan tanpa pandang bulu. Tetapi ini hanya di Mangunharjo saja,” katanya. (hid/aro)