Dua Hari Macet, untuk Mandi Ambil di Kali Progo

306

Air PDAM Mati, Warga Harus Antre Dapat Air Bersih

Lantaran pasokan air bersih dari PDAM macet, sedikitnya 80 kepala keluarga (KK) di tiga RT Kelurahan Banyuurip Kecamatan-Kabupaten Temanggung mengantre air bersih, Kamis (8/5) kemarin. Jika tak ikut antre tidak akan mendapatkan air bersih.

Beberapa warga Banyuurip, yang ditemui mengatakan, macetnya pasokan air bersih tersebut meresahkan warga. Karena air itu amat penting untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak dan minum.
Padahal, hampir semua warga yang tinggal di wilayah kota Temanggung itu sudah tidak memiliki sumur lagi, kalaupun ada, kondisi air tak baik. Sarjini, 49, salah seorang warga Banyurip di sela-sela antre, Kamis (8/5) kemarin menjelaskan, macet total pasokan air dari PDAM ini dirasakan sejak dua hari lalu. 
“Sedikit pun air tidak masuk ke rumah pelanggan mulai hari kemarin, Rabu (7/5) hingga  sekarang. Pasokan air itu akan kembali normal belum tahu,” katanya.
Sebenarnya, timpal Slamet, 32, yang juga ikut ngantre air, tersendatnya pasokan air PDAM ke pelanggan di Kelurahan Banyuurip sudah dirasakan sejak sebulan lalu. Yakni saat sebagian besar pipa milik PDAM diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Sibiting Desa Kwadungan  Gunung, Kecamatan Kledung.
Namun, sepekan setelah peristiwa jebolnya tanggul itu PDAM  sudah memasok air bersih kepada pelanggan meski giliran. Dikatakan Sarjini, sejak dua hari ini pasokan benar-benar macet sehingga dilakukan droping  oleh PDAM.
“Namun droping air bersih satu tanki yang ditampung  di bak itu tak sampai satu  jam sudah habis diangsu warga,” terangnya.
Oleh karenanya, warga meminta agar pasokan air bersih itu ditambah. Ia mengatakan, antrean air bersih ini hanya digunakan untuk kebutuhan memasak (minum),  sedangkan untuk mandi, mencuci dan kakus (WC) warga menggunakan air Sungai Progo yang jaraknya sekitar 1 kilometer dari rumah warga.
“Kami sangat berharap agar pemerintah segera mengatasi kemacetan pasokan air ke rumah warga, karena warga amat membutuhkan,” jelasnya.
Menurut warga, sebenarnya ada dua bak besar yang terdapat di kelurahan itu, tetapi yang diisi hanya satu bak saja dengan alasan mobil tanki dari PDAM tak bisa masuk mengingat  jalan sempit. PDAM telah menambah satu bak yang ditempatkan di rumah warga mulai Kamis (8/5).
Terpisah, Direktur PDAM Tirto Agung Temanggung, Suparto Edi Sucahyo mengatakan, pipa yang rusak di Desa Kuwadungan Gunung, Kledung sebanyak 277 unit sudah tersambung. tetapi, jika ada pasokan air ke rumah warga tidak lancar berarti ada gangguan lain seperti tersumbat atau akibat angin.(zah/lis)