Kabur, Mahasiswa Undip Ditemukan di Muntilan

361

BARUSARI–Setelah hampir seminggu dilaporkan hilang, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Cinthya Dewi Lukito,18, kemarin ditemukan di sebuah kos daerah Muntilan, Kabupaten Magelang. Ketika ditemukan Cinthya bersama seorang laki-laki bernama Panji Fajar,20, warga Semarang. Panji diketahui meruapakan pacar Cinthya sejak 7 bulan yang lalu.
Kedua remaja tersebut dijemput tim Resmob Polrestabes Semarang yang dipimpin Aiptu Djanadi pada Rabu (7/5) malam. Kamis (8/5) sekitar pukul 10.00 WIB, keduanya tiba ke Mapolrestabes Semarang.

Di hadapan petugas, Panji mengaku pelariannya bersama Cinthya dilakukan atas permintaan sang kekasih. “Cinthya yang mengajak kabur dari rumah, karena memiliki masalah dengan keluarga sehingga tidak betah tinggal di rumah itu,” akunya.
Panji mengaku, Cinthya selalu stres saat membicarakan permasalahan yang dihadapinya. Bahkan ia selalu mengancam ingin bunuh diri karena tidak kuat menghadapi masalah yang dihadapinya. “Karena mengancam akan bunuh diri, makanya permintaan untuk kabur dari rumah saya turuti,” katanya.
Bahkan aksi pelarian tersebut bukan yang pertama dilakukan. Sebelumnya sudah empat kali Cinthya minta diajak kabur. “Karena tidak memiliki uang, akhirnya tidak jadi kabur. Kemudian yang kemarin dia mengancam mau bunuh diri lagi. Daripada dia mati, saya menuruti kabur,” kata laki-laki yang bekerja sebagai karyawan di kota Semarang.
Untuk mengetahui kebenarannya, wartawan mencoba menanyakan hal itu kepada Cinthya. Namun, perempuan yang masih mengenakan kaos pink dengan rok pendek tersebut enggan menjawab dan selalu menutup wajahnya dengan tangan. Bahkan, kedua orang tua Cinthya juga tidak mau menanggapi pertanyaan wartawan. Keduanya pergi saat wartawan mencoba menanyakan kebenaran bahwa Cintya pergi dari rumah karena adanya permasalahan keluarga.

Sementara itu Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan apa yang dilakukan oleh Panji tidak dapat dibenarkan dan melanggar undang-undang. Sebab, Panji telah membawa kabur anak perempuan tanpa seizin orang tuanya. “Pelaku ini akan kami jerat dengan Pasal 332 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” katanya.

Lebih lanjut, Djihartono mengatakan Panji sudah merencanakan pelarian tersebut dengan Cinthya. Panji kemudian menjemput Cinthya di suatu tempat kemudian membawanya pergi menggunakan bus ke daerah Muntilan. “Jadi untuk menghilangkan jejak, Panji mengirimkan SMS ke handphone Cinthya seolah menanyakan kabarnya. Tapi itu hanya sebagai alibi semata agar dirinya tidak dituduh sebagai orang yang melarikan,” ungkapnya.(hid/ton)