Sektor Pertanian Tumbuh Signifikan

345

Ekonomi Jateng Tumbuh 6 Persen

SEMARANG – Pertumbuhan ekonomi Jateng triwulan awal ini meningkat sebesar 6 persen dibandingkan triwulan IV tahun 2013 lalu. Peningkatan sektor usaha dan panen raya tanaman pangan menyumbang pertumbuhan ekonomi tersebut.
Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, Syarifudin Nawie mengatakan, pertumbuhan ini terjadi pada sektor pertanian, pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, perdagangan, hotel dan restoran, dan sektor jasa lainnya.
Pertumbuhan tertinggi dihasilkan oleh sektor pertanian sebesar 37,7 persen. Sektor lain yang mengikuti dan menyumbang pertumbuhan ekonomi, diantaranya sektor pengangkutan dan komunikasi (3 persen), sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan (2,1 persen) dan sektor jasa-jasa (1,7 persen). “Berdasarkna besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 170.468,8 miliar, jumlah tersebut meningkat dibandingkan triwulan IV 2013 sebesar Rp 158.263,9 miliar,” ujarnya, kemarin.
Sebagian PDRB digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga sebesar 62,7 diikuti oleh pembentukan modal tetap bruto sebesar 19,9 persen. Sedangkan lainnya untuk memenuhi konsumsi Pemerintah 10,1 persen, ekspor neto 2,1 persen, dan konsumsi lembaga non profit 1,5 persen,” imbuhnya.
Jika dilihat atas harga konstan 2.000, PDRB triwulan I 2014 sebesar Rp 58.132,2 miliar atau meningkat dibandingkan triwulan IV 2013 sebesar Rp 54.838,2 miliar. Dibandingkan dengan periode sama tahun lalu untuk tahun ini juga mengalami peningkatan sebesar 5,4 persen.
Pertumbuhan usaha terjadi di sektor pertanian, pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, perdagangan, hotel dan restoran, pengangkutan dan komunikasi, keuangan, properti, dan jasa perusahaan. “Hampir sepertiga industri di Jateng didominasi oleh pengolahan, kedua perdagangan, dan ketiga pertanian,” tandasnya.(dna/smu)