Rampok Gembos Ban Gasak Rp 350 Juta

343

BARUSARI–Komplotan perampok spesialis gembos ban kembali beraksi di Kota Semarang. Kali ini, korbannya nasabah Bank Central Asia (BCA), Khodir, warga Jalan Cilosari Dalam 1, Kemijen, Semarang Utara. Uang Rp 350 juta miliknya dirampok saat mobil yang dikendarai mengalami ban gembos di Jembatan Layang Pos 1 Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Kamis (8/5) lalu.
Aksi perampokan bermula ketika Khodir bersama sopirnya, Hari Prabawa, 46, warga Jalan Tampomas Dalam V, Semarang mengambil uang di BCA. Mereka mengendarai mobil Toyota Fortuner bernopol H 500 FY menuju BCA Jalan Suari di Kawasan Kota Lama, Semarang. Di bank, Khodir mengambil uang tunai sebesar Rp 350 juta.
Setelah mengambil uang, mereka lantas pulang ke rumah. Sampai di Jalan Hasanudin, Semarang Utara, Khodir turun dan menemui rekan bisnisnya. Ia lantas meminta sopirnya pulang untuk menjemput sang istri. “Saya diminta pulang untuk jemput ibu, jadi naik mobil sendiri,” kata Hari saat melapor.
Uang yang masih berada di dalam tas, diletakkan di bawah jok tengah sebelah kiri. Seorang diri, Hari melaju ke arah rumah. Sampai di Jembatan Layang Pos 1 Pelabuhan Tanjung Emas, tiba-tiba ban terasa goyang. Akhirnya, ia menepikan mobil ke pinggir. “Saya langsung mengganti ban yang bocor sendiri. Saat itu lupa mobil tidak dalam keadaan terkunci,” ujarnya.
Di tengah kesibukan itulah, tiba-tiba ada lelaki yang mengambil tas yang berada di jok tengah sebelah kiri. Mendapati itu, Hari berusaha berteriak, tapi sayang pelaku keburu kabur. Pelaku menggunakan sepeda motor jenis Kawasaki Ninja dan kabur ke arah Tambaklorok. “Di dalam tas ada uang cash. Saya juga lupa tidak mengunci mobil,” katanya.
Kejadian itu lantas dilaporkan ke Mapolrestabes Semarang. Penyidik langsung menerjunkan personel untuk mengejar dan mengidentifikasi pelaku perampokan dengan modus gembos ban. Di ban mobil korban terdapat paku lancip. Pelaku diduga sudah mengintai korban saat mengambil uang di bank. “Masih kami dalami dan diidentifikasi. Anggota masih melakukan pengejaran,” kata Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Wika Hardianto.
Maraknya aksi perampokan dengan berbagai modus membuat Polrestabes Semarang kian waspada. Masyarakat diimbau agar lebih berhati-hati ketika mengambil uang dalam jumlah besar.
“Jika mengambil uang banyak, minta pengawalan. Ini untuk keamanan bersama,” tambah Kanit Resmob AKP Kadek Adi Budi Astawa. (fth/ton)