TNI Jamin Netral di Pilpres

286

MAGELANG– Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Budiman menjamin netralitas TNI dalam pemilihan presiden (pilpres) mendatang. TNI tidak akan dibawa ke politik praktis.
“Yang pasti kita sebagai prajurit TNI-AD harus netral. Kita akan bantu kepolisian dengan seoptimal mungkin dan semampu kita bekerja demi menjaga pemilu yang luber dan jurdil,” kata Budiman di sela-sela kunjungan kerja di Akademi Militer (AKMIL) Kota Magelang, kemarin (9/5).
Menurutnya, meski diprediksi akan banyak purnawirawan yang maju pilpres dia menegaskan anggotanya tidak ikut menyukseskannya. “Tidak boleh TNI itu harus netral,” kata dia.
Pihaknya hanya akan menjaga ketertiban dan keamanan pilpres. Ada sekitar 35.000 personel prajurit TNI-AD yang akan dikerahkan. Mereka akan diperbantukan (BKO) ke kepolisian yang bertugas menjaga kemanan sebelum dan sesudah pelaksanaan pilpres Juli mendatang.
“TNI-AD akan membantu kepolisian dalam menjaga keamanan selama pilpres. Kita akan siapkan aparat teritorial, mulai dari babinsa, koramil, korem, kodim hingga kodam,” ujar KSAD.
Dikatakan Budiman, seluruh prajurit akan disebar di berbagai wilayah di Indonesia. Mereka dituntut untuk terus mengawal penyelenggaran pesta demokrasi serta melakukan pengawasan terhadap titik rawan yang dapat mengacaukan pelaksanaan pilpres.
“Semua wilayah menjadi prioritas pengamanan karena semua berpotensi terjadi kekacauan dengan tingkat kerawanan masing-masing. Di Papua misalnya rawan dengan gerakan pengacau keamanan dan sebagainya,” tandas Budiman. Menurutnya, pengamanan telah dilakukan sejak pelaksanaan pemilihan anggota legislatif (pileg) April 2014 lalu. Selanjutnya, pengamanan akan dilakukan menjelang pilpres sampai pemungutan suara dan ketika kondisi sudah benar-benar kondusif. Tindakan ini sebagai tanggung jawab prajurit demi keutuhan dan kedaulatan bangsa Indonesia. (vie/lis)