12 PNS K2 Diperiksa

513

“Ini berkaitan dengan dokumen yang diduga bermasalah berdasarkan pengaduan masyarakat. Jika hasil pemeriksaan sudah keluar dan ada bukti yang menguatkan, mereka bisa saja dianulir.”

Adi Isnanto
Kepala BKD Salatiga

Lima Orang PNS Terancam Dianulir

SALATIGA—Sebanyak 12 tenaga honorer K2 Kota Salatiga yang dinyatakan lolos seleksi CPNS 2013 lalu, dipanggil oleh pihak Inspektorat Pemkot setempat.
Pemanggilan mengacu adanya pengaduan masyarakat mengenai sejumlah dokumen yang diduga bermasalah. Dari pemeriksaan awal terungkap, lima honorer, posisi status penerimaan PNS-nya terancam dianulir.
Berdasarkan sumber yang diterima wartawan, permasalahan paling mencolok adalah status honorer yang masa kerjanya belum ada lima tahun. “Yang dinamakan database honorer K2 adalah pegawai honorer berdasarkan pendataan pada 2005 dan telah memenuhi masa kerja lima tahun,” ucap sumber tadi.
Namun, dalam temuan awal tim pemeriksa, ada honorer yang masuk pada 2007 maupun 2008. Ironisnya, honorer tersebut ikut tes dan lulus. “Itulah yang harus ditindak dan kemungkinan besar akan dianulir kelulusan PNS-nya,” terang dia.
Kendati demikian, sumber ini belum berani mengungkap nama – nama yang kemungkinan besar dicoret, karena dikhawatirkan bakal menimbulkan konflik. “Nantinya akan sangat rawan konflik.”
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Salatiga Adi Isnanto membenarkan adanya pemeriksaan khusus tersebut. Pada tahap awal, pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat tentang 15 honorer K2 lulus tes yang diduga bermasalah. Tapi, dua orang telah mengundurkan diri. Satu lainnya, tidak ikut tes.
Adi membenarkan Inspektorat telah memeriksa 12 tenaga honorer tersebut. Kata Adi, hasil pemeriksaan akan berpengaruh pada proses pengajuan nomor induk pegawai (NIP) ke Badan kepegawaian Nasional (BKN).
“Ini berkaitan dengan dokumen yang diduga bermasalah berdasarkan pengaduan masyarakat. Jika hasil pemeriksaan sudah keluar dan ada bukti yang menguatkan, mereka bisa saja dianulir.”
Seperti diketahui, sebanyak 114 dari 225 honorer K2 yang mengikuti rekrutmen CPSN, dinyatakan diterima sebagai PNS. Sebagian besar tenaga honorer K2 berada di lingkungan sekolah. Mulai tenaga administrasi, hingga guru wiyata bakti. (sas/isk)