Blokir Jalan, Puluhan Truk Disandera

343

BATANG–Ratusan warga Desa Depok, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Selasa (13/5) siang kemarin, menyandera puluhan truk yang mengangkut material galian C. Sebab, sejak jalan desa dilalui truk-truk material, jalan desa sepanjang 3 kilometer yang semula mulus menjadi rusak.
Aksi blokir jalan semula tertib. Setiap truk yang masuk ke Desa Depok, disortir muatannya oleh warga. Ketika warga melihat truk mengangkut material melebihi tonase, truk pun dilarang melintas. Truk-truk itu diparkir di tepi jalan.
Jalan sepanjang 3 kilometer tersebut, sudah rusak sejak 4 bulan lalu, karena adanya pengurukan jalan tembus sepanjang 20 kilometer dari Desa Depok hingga Desa Ujungnegoro.
Untuk mempercepat pembangunan jalan tembus, pihak kontraktor mengerahkan truk pengangkut material galian C, dengan tonase 35 ton. Padahal, beban jalan desa tersebut, hanya berkapasitas 12 ton.
Endah Wahyuningsih, 34, warga Desa Depok, Kecamatan Kandeman, menuturkan, sejak jalan desa rusak karena dilalui truk galian C, banyak warga yang jatuh pada kubangan.
Imbasnya lagi, tutur Endah, pedagang makanan dan telur, tidak berani melintasi jalan Desa Depok. Mereka harus memutar ke jalur pantura hingga 20 kilometer. ”Saya sering terperosok ke jalan berlubang. Warga sudah berulang kali protes pada kontraktor, tapi tidak pernah digubris,” kata Endah, pedagang sayur keliling yang ikut aksi blokir jalan desa.
Koordinator aksi blokir jalan Desa Depok, Ahmad Umar mengatakan, intinya warga tidak menolak proyek PLTU di Desa Ujungnegoro, dengan membuat jalan tembus di Desa Depok. Warga hanya menuntut pihak kontraktor memperbaiki jalan desa yang rusak. “Kita menuntut ada kepastian bahwa jalan desa akan diperbaiki,” kata Umar.
Umar menuturkan, warga akan menyandera beberapa truk pembawa material galian C hingga ada kepastian bahwa jalan desa akan diperbaiki seperti semula.
Menurut Umar, jika kontraktor tak punya niat baik, warga akan membuat portal desa. Sehingga semua truck tidak bisa melewati jalan desa.
”Truk sementara kita sandera dulu, sampai ada kepastian dari kontraktor akan memperbaiki jalan desa yang telah rusak.”
Sementara itu, management joint operasi proyek jalan tembus Desa Depok – Ujungnegoro, Yudhi berjanji pihaknya segera memperbaiki jalan desa yang rusak.
Hal itu akan dilakukan, jika warga tak menganggu truk-truk pengangkut material. ”Kita akan tampung tuntutan warga, jalan akan segera kita perbaiki.” (thd/isk)