Diduga Kakek Cabuli Tiga Anak

256

KUDUS–Mencuatnya kasus pelecehan seksual di media massa televisi, membuka kasus lain dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur di Kudus. Adalah bocah, FN, 4; BL, 8; dan SR, 8, warga Kecamatan Bae, yang diduga dicabuli oleh MS, 57, tetangganya sendiri yang masih keluarga korban.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, kasus tersebut sebenarnya terjadi sudah cukup lama terjadi, tepatnya pada 2013 silam. Namun baru mencuat kemarin. Hal itu bermula, ketika korban FN melihat tayangan televisi terkait kasus pelecehan seksual terhadap anak. Merasa mengalami hal yang sama, FN pun menceritakan kepada orang tuanya.
Karena kaget mendengar pengakuan itu, akhirnya orang tua FN menceritakan hal itu kepada Mus, orang tua korban BL. Lantas Mus tanya anaknya BL, dan anaknya membenarkan peristiwa itu. Kemudian, kasus tersebut menjadi geger di desa tersebut, sehingga orang tua SR akhirnya bercerita jika anaknya juga diduga diperlakukan sama oleh pelaku.
Ketiga anak kecil yang semuanya berjenis kelamin perempuan itu, memang dirayu pelaku terlebih dahulu untuk memenuhi nafsu bejatnya. Karena sehari-hari korban bermain di tempat pelaku. Hal itulah yang memudahkan pelaku melakukan perbuatannya.
Dari pengakuan salah seorang korban, dia diajak pelaku ke tempat sepi. Kemudian celana korban dibuka dan korban ditidurkan hanya beralaskan kaus milik pelaku. ”Setelah itu, pelaku mengeluarkan ‘pipis’ yang berwarna putih kental,” kata salah seorang korban.
Hal yang sama juga dilakukan kepada korban lainnya. Akhirnya, korban mengalami sejumlah perubahan. Yakni badannya panas dan menjadi lebih pendiam. Bahkan korban sempat tidak masuk sekolah. Hal tersebut yang membuat orang tua korban curiga.
Mus, salah satu orang tua korban yang ditemui Jawa Pos Radar Kudus kemarin mengatakan, jika memang benar anaknya kemudian mengalami pelecehan seksual oleh pelaku. ”Soalnya kemarin anak saya panas. Waktu saya tanya dia mengatakan diajak jalan-jalan naik motor dan berhenti di rumah kosong kemudian dia dipipisi, warnanya putih kental,” katanya.
Mus juga mengaku sudah ke balai desa menyampaikan laporannya, kemarin. Namun, kepala desa saat itu sedang menghadiri acara di kabupaten. Dan menunggu kabar dari kepala desa. (san/ida)