Ekspor Jateng Naik Signifikan

335

SEMARANG – Pada triwulan I/2014 ekspor di Jawa Tengah mengalami kenaikan yang signifikan. Nilai ekspor Jateng telah menembus 1.429.06 juta US dolar, lebih tinggi dari periode sama tahun lalu yang hanya mencapai 1.257.05 juta US dolar.
Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, Jamjam Zamachsyari mengatakan, komoditas tekstil dan furniture masih mendominasi ekspor di provinsi ini, dengan andil masing-masing 37,85 persen dan 17,77 persen. Adapun khusus di bulan Maret, tercatat ekspor Jateng mencapai 523.60 juta US dolar, atau naik 63,64 juta US$ dolar (13 persen).
”Kenaikan ekspor ini menunjukkan jika barang-barang dari Jawa Tengah masih cukup diminati pasar luar negeri,” katanya, kemarin.
Ditambahkan, selain furnitur dan tekstil, komoditi lain yang memberikan kontribusi cukup besar terdapat pada barang-barang hasil pabrik yang mencapai 12.36 persen. Adapun negara tujuan ekspor Jateng masih didominasi tiga negara, yakni Amerika, Cina dan Jepang. ”Ekspor ketiga negara tersebut masing-masing mencapai 317,78 juta US dolar, 169,60 juta US dolar dan 131,04 juta US dolar. Amerika masih cukup tinggi, terutama untuk produk tekstil,” imbuhnya.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jateng, Frans Kongi mengakui pasar luar negeri masih terbuka lebar untuk Jawa Tengah. Penguatan nilai dolar juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya nilai ekspor. ”Kita punya barang sangat digemari di pasar internasional,” ujarnya.
Hanya saja, lanjutnya, di tengah geliat ekspor yang cukup baik, pengusaha saat ini dihadapkan dengan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang sudah berlaku sejak 1 Mei. Kenaikan TDL akan memicu kenaikan produksi hingga mencapai 30 persen, yang sangat menyulitkan pengusaha untuk mampu bersaing di pasar Internasional. ”Kenaikan TDL cukup besar, sehingga biaya produksi pun naik, otomatis kita harus menaikan harga hasil produksi, tetapi kalau kita menaikkan harga tentu kita akan sulit bersaing,” tandasnya. (aln/jpnn/smu/ce1)