Honorer K2 Pilih Mundur Masal

265

Ditengarai Gunakan Data Palsu, Takut Dipidana

WONOGIRI–Nyali sejumlah pegawai yang terindikasi memalsu data kepegawaian agar bisa masuk ke data base honorer kategori dua (K2) dan lolos seleksi CPNS akhirnya menciut. Sejak beberapa hari terakhir, santer terdengar kabar mengenai banyaknya honorer K2 yang lolos seleksi CPNS 2013 beramai-ramai mengajukan pengunduran diri. Diyakini, mereka merupakan honorer K2 yang berdata abal-abal dan takut berhadapan dengan hukum seperti WK, guru IPS sebuah SMP di Selogiri yang kini berstatus tersangka pemalsuan data pegawai.
Plt Sekda Wonogiri, Suharno tak membantah kabar mengenai adanya pegawai honorer K2 yang lolos seleksi CPNS dan mengajukan pengunduran diri itu. Namun, dia belum bersedia membuka data tersebut secara detail. Termasuk jumlah CPNS dari jalur K2 yang mengundurkan diri. Dia hanya memastikan bahwa kabar tersebut benar adanya.
“Iya, ada yang mengajukan penguduran diri. Tapi ini belum selesai. Masih dalam proses penelitian berkas. Nanti pasti akan kami kabari. Kalau jumlahnya, ada beberapa orang. Kita lihat saja nanti di tahap akhir pemberkasan,” kata pria yang kabarnya bakal segera ditetapkan sebagai Sekda definitif Pemkab Wonogiri tersebut.
Lebih jauh, Suharno mengatakan, pengunduran diri sebelum terbelit perkara pidana memang pernah disarankan pemerintah kepada pegawai honorer K2 yang lolos seleksi CPNS. Hal itu disarankan pemerintah pascapolisi menindaklanjuti pengaduan mengenai dugaan pemalsuan data honorer K2 yang lolos seleksi CPNS. Yakni, setelah polisi menetapkan WK, seorang guru perempuan pengampu mata pelajaran IPS di sebuah SMP di Selogiri sebagai tersangka. Selain itu, mantan kepala sekolah WK, yakni SM juga turut bernasib sama. Bahkan, keduanya sempat ditahan di Mapolres Wonogiri sebelum akhirnya ditangguhkan penahanannya.
WK dan SM diyakini telah melakukan kesepakatan untuk memalsukan fakta kepegawaian. WK yang secara resmi baru mulai mengabdi sebagai tenagah honorer di Pemkab Wonogiri pada pertengahan 2008 secara misterius bisa mendapatkan SK bertangggal sebelum 31 Desember 2005 hingga bisa masuk data base honorer K2.
Menurut keterangan dari banyak sumber, WK bukanlah satu–satunya honorer K2 yang melakukan pemalsuan data kepegawaian. Masih ada banyak pegawai melakukan hal yang sama. Bahkan, beberapa di antaranya lolos seleksi CPNS pada awal November lalu. Namun, kabar tersebut sampai kemarin belum terbukti kebenarannya. Yang pasti, polisi baru menetapkan dua tersangka dugaan pemalsuan data kepegawaian yakni WK dan SM.
“Belum ada tersangka baru. Saat ini kami masih berupaya menyelesaikan berkas penyidikan untuk proses penyerahan tahap pertama ke kejaksaan,” kata Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Budiarto mewakili Kapolres AKBP Tanti Septiyani.
Seperti diberitakan, awal November 2013 lalu, 755 pegawai honorer K2 di Pemkab Wonogiri mengikuti seleksi rekrutmen CPNS. Dari jumlah itu, 282 pegawai di antaranya lolos seleksi untuk mengikuti pemberkasan. Belakangan muncul persoalan. Yakni, di antara honorer K2 yang lolos itu, ada puluhan pegawai diduga berdata abal-abal. Mereka disebut menggunakan data palsu mengenai masa kerja sehingga bisa masuk ke database K2. (aw/bun/ida)