Kontraktor Lambat Harus Diputus

279

Evaluasi Program Semester I 2014

BALAI KOTA — Jelang bulan terakhir di semester pertama tahun 2014 ini, seluruh satuan kerja perangkat darrah (SKPD) Pemerintah Kota Semarang diingatkan untuk memperhatikan program-program yang telah dilakukan, beserta penyerapan anggarannya. Bahkan wali kota meminta SKPD untuk tidak segan-segan memutuskan kontrak kerja sama bilamana kinerja pihak ketiga lambat.
”Jangan sampai kejadian penyerapan anggaran sedikit terulang lagi, mengingat ini akan mencapai pertengahan tahun,” terang Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, di hadapan jajaran SKPD dalam acara apel terpusat di halaman balai kota, Senin (12/5).
Hendi, sapaan akrabnya, berharap penyerapan anggaran bisa optimal dan program kegiatan sesuai dengan yang diharapkan. ”Namun itu semua bisa terselenggara dan tercapai jika ada komitmen dan konsekuensi SKPD dalam mendukung program kegiatan pemkot,” katanya.
Hendi juga mengingatkan SKPD agar meningkatkan kontrol atau pengawasan terkait dengan proyek yang dijalankan dengan pihak ketiga. Wali kota menyentil penyelesaian tahap akhir pembangunan Pasar Bulu yang hingga pertengahan tahun ini belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Termasuk menyinggung pembersihan sampah terutama yang ada di jalan-jalan protokol seperti Jalan Pandanaran dan Jalan Gajahmada. ”Tolong hal-hal semacam itu diperhatikan sesuai dengan penandatanganan kontrak kerja. Kalau tidak sesuai dengan kontrak jangan segan memutus kontrak kerja tersebut, untuk kemudian menggantinya dengan pihak ketiga yang lain,” tegas Hendi.
Dalam kesempatan itu pula diserahkan pula piagam penghargaan Earth Hour City Challenge 2014, yang diselenggarakan WWF (World Wildlife Fund) Internasional pada Maret 2014. Penghargaan diserahkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang Bambang Haryono kepada Hendi.
Kota Semarang memenangkan kompetisi dalam hal kategori Earth Hour National Capital 2014. Penghargaan ini diberikan pada usaha kota-kota di dunia dalam mengurangi efek rumah kaca dan efisiensi energi. Semarang merupakan kota satu-satunya Kota di Indonesia yang mendapatkan penghargaan tersebut.
Wali kota ketika menyampaikan bahwa penghargaan ini didedikasikan kepada warga Kota Semarang yang telah mendukung program pengurangan emisi gas karbondioksida. ”Penghematan yang kita lakukan sangat berdampak terhadap upaya perbaikan lingkungan. Saya tidak akan pernah berhenti untuk mengimbau kepada masyarakat untuk menghemat energi mulai dari penggunaan listrik, penggunaan transportasi masal yang ramah lingkungan, serta penggalakan penghijauan,” ujarnya. (zal/ton/ce1)