Tepis Anggapan Penggila Permainan Tak Gaul

421

Lebih Dekat dengan Semarang Gamers Community

Komunitas ini mewadahi para penggemar games di Kota Semarang untuk bersosialisasi. Namanya Semarang Gamers Community atau Sega.com. Seperti apa kiprahnya?

NURUL PRATIDINA, Lamper Kidul

SEJUMLAH anggota Semarang Gamers Community tampak asyik menjajal games baru Caksa di kediaman Novan di Jalan Jeruk IV/16 Lamper Kidul, Semarang Selatan akhir pekan lalu. Games tersebut salah satu permainan yang mereka adaptasi dengan memasukkan unsur-unsur bernuansa Indonesia.
”Caksa ini garapan kita. Singkatan dari catur aksara. Bidak-bidaknya menggunakan nama-nama yang Indonesia sekali. Ini salah satu cara kita untuk tetap menikmati games, namun tak meninggalkan kebudayaan kita sendiri,” ujar Ketua Semarang Gamers Community Novan Mulia Mahason kepada Radar Semarang.
Ya, kesamaan hobi membawa mereka tergabung dalam komunitas ini. Novan dan Wan Muhammad Fajar Shidier yang awalnya menggagas pendirian Semarang Gamers Community. Dimulai dari pertemanan di akun jejaring sosial Facebook yang direspons positif oleh sesama gamers. ”Dari situ akhirnya terbentuk komunitas ini pada Maret 2013. Anggotanya beragam, mulai pelajar, mahasiswa, pekerja swasta, guru dan lainnya,” kata Novan.
Komunitas ini juga tidak membatasi hanya penggemar game-game tertentu. Mulai penyuka nintendo, play station (PS), video game, PC, hingga tab. ”Soalnya kita juga tidak punya definisi pasti gamers itu seperti apa. Pokoknya menikmati bermain game dan mau bersosialisasi, ayo saja gabung,” ungkapnya.
Meski terdiri atas para penggemar games, lanjut Novan, komunitas ini tak melulu membahas seputar games. Topik pembicaraan yang dibahas dalam kopdar (kopi darat) justru seringkali melenceng dari games. Tema seputar film terbaru, teknologi, kuliner, pacar, hingga pelajaran sekolah. Tema obrolan itu yang justru merekatkan mereka di dunia nyata.
”Kalau kopdar kita malah menghindari membicarakan tentang games. Soalnya games sendiri ada beragam dan nanti malah ngegap. Di sini yang kita garis bawahi bahwa ini komunitas gamers (penggila permainan) bukan games (permainan). Jadi, ya tentang kita, bukan tentang game,” tegasnya.
Hal inilah yang ingin ditekankan oleh mereka. Komunitas tersebut diharapkan bisa menjadi wadah untuk penggemar games di Kota Semarang bersosialisasi. Sehingga memecah image akan gamers yang tidak doyan bergaul.
”Selama ini image gamers memang negatif seperti terkesan individualis dan tidak pernah bergaul. Hal ini yang ingin kita tepis. Bahwa gamers tidak hanya terpaku di dalam kamar untuk nge-game saja, namun membutuhkan sosialisasi,” katanya.
Berbagai kegiatan sudah banyak digelar selama komunitas ini berjalan setahun. Mulai dari pertemuan rutin antar sesama gamers, wisata kuliner hingga mengikuti sejumlah event. Ada banyak kejadian menggelikan saat mereka kopdar untuk kali pertama.
”Biasanya saat chatting via Facebook pada cerewet, tapi pas bertemu pertama kali malah kikuk dan canggung. Kita juga tidak saling memperkenalkan diri satu per satu. Ya, sudah berjalan saja, setelah beberapa lama, baru ngerti oh ini tho si ini si itu,” sambung Wakil Ketua Sega.com RM H Gerry Abe.
Komunitas ini juga membagi kepengurusan dalam berbagai divisi. Di antaranya, divisi kebudayaan, divisi kreativitas, divisi jalan-jalan, serta divisi dana usaha. Divisi kebudayaan dibuat agar para gamers yang sebagian besar games yang mereka mainkan dari Jepang ini tetap cinta budaya dalam negeri. ”Sebagian besar games ini kan produk Jepang. Ya, boleh kita suka, tapi budaya bangsa sendiri juga jangan sampai terkikis,” timpal Novan.
Keikutsertaan bergabung di komunitas ini terbuka untuk umum dan tidak ada persyaratan khusus. Salah seorang anggota, Brian, yang tergolong baru bergabung sempat mengira komunitas ini adalah penggemar sega. ”Setelah masuk ternyata penggemar berbagai jenis games. Tapi lama-lama betah dan tidak canggung lagi, karena obrolan tidak sebatas games jadi lebih variatif,” kata siswa kelas XII SMA Sint Louis Semarang ini.
Ke depan komunitas ini juga berencana mengadakan event budaya. Yakni, selain mengedepankan games, acara tersebut juga diisi berbagai seni budaya. (*/aro/ce1)