18 Kali Curi Motor, 2 Remaja Ditangkap

257

GAJAHMUNGKUR – Masih muda tapi sudah menjalankan kejahatan dengan profesional. Itulah yang ada pada sosok AM, 17, warga Semarang Utara dan NZ, 16, warga Semarang Utara. Kedua remaja ini ditangkap petugas Unit Reskrim Polsek Gajahmungkur karena sudah 18 kali mencuri motor di Semarang.
Terakhir AM, NZ dan dua rekannya yang masih buron, beraksi di Jalan Kintelan 310 Bendungan, Gajahmungmur, 29 April lalu. Dalam aksinya mereka mendapatkan tiga motor sekaligus. Yakni motor Yamha Vega bernopol H 3321 EV; Yamaha Jupiter bernopol H 5558 RG dan Honda NF bernopol K 2966 ST.
AM mengaku sudah mencuri motor sejak 2013 silam. Ia nekat mencuri karena melihat temannya sering membawa banyak uang. Sedangkan penghasilannya sebagai tukang sablon tidak dapat mencukupi kebutuhan. ”Saya kemudian diajak, akhirnya tergiur,” akunya.
Bersama tiga rekannya, AM berpetualang dalam dunia kejahatan curanmor. Dengan bermodal kunci leter T, kelompok ini bergerak mencari sasaran di Kota Atlas. Dalam satu malam, mereka mengaku pernah mencuri 3 motor sekaligus. ”Motor dijual di Semarang saja. Harganya mulai Rp 1 juta sampai Rp 2 juta,” imbuhnya.
Hasil kejahatan biasanya digunakan untuk bersenang-senang. Mulai dari membeli minuman keras, sampai membeli pil koplo. Tidak jarang, komplotan ini menghabiskan harinya dengan mabuk usai mendapatkan barang curian. ”Buat ngepil sama senang-senang. Biasanya setiap aksi dapat Rp 400 ribu,” tambah NZ.
Kapolsek Gajahmungkur Kompol Meiliyan Rahmadi mengatakan, AM dan NZ sudah profesional meski masih muda. Mereka selalu beraksi bersama dengan sasaran perumahan dan rumah kos. Biasanya mereka hanya beraksi di tengah kesepian malam. ”Sementara 18 lokasi kejadian, masih dikembangkan. Kuat dugaan masih banyak lagi,” katanya.
Meiliyan menambahkan, tersangka menjual hasil curian di Semarang. Untuk menghilangkan jejak, tersangka mempreteli motor. Polisi masih mengumpulkan berbagai barang bukti. ”Tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian yang dilakukan lebih dua orang dengan ancaman maksimal sembilan tahun penjara,” tambahnya. (fth/ton/ce1)