Babak Belur di Purwodadi

340

GROBOGAN- Tim PPSM Magelang gagal meraih poin dalam lawatan ke Stadion Krida Bhakti Purwodadi, kandang Persipur Purwodadi, Rabu (14/5). Tim Macan Tidar babak belur ditekuk Persipur dengan skor 1-4.
Rivaldo Manuputty membuka gol pertama Laskar Petir-julukan Persipur. Gol yang terjadi di menit 29 berawal dari serangan Yao Rudy. Bomber asing tersebut semula melakukan tendangan langsung dari luar kotak penalti. Bola yang berhasil ditahan Jefri Kurniawan terpental dan melambung ke atas. Bola lantas meluncur ke arah gawang PPSM yang dijaga Rio Sahada. Belum sempat kiper menangkap bola, Rivaldo menyerobotnya dengan sundulan. Tandukan tersebut membuat gawang  Macan Tidar kebobolan.
Jelang turun minum, sebuah hadiah penalti diberikan wasit Dwi Purba kepada PPSM. Penalti diberikan setelah pemain PPSM Jordie Kartiko dijatuhkan salah satu pemain Persipur di kotak penalti. Tendangan penalti sempat dilakukan dua kali, sebab tendangan pertama yang dilakukan Jordie dianggap tidak sah. Selanjutnya wasit asal Kudus ini memberi kesempatan yang kedua. Kesempatan ini diberikan kepada Rudianto.
Penjaga gawang Persipur Riqi Nugraha sebenarnya dapat mengantisipasi bola, tetapi arah bola meluncur masuk ke gawang. Skor 1-1 menutup babak pertama.
Di babak kedua, tuan rumah tampil kian trengginas dengan terus melakukan tekanan. Gol kedua di menit 57 disumbangkan M Nur Khamid melalui tendangan langsung dari luar kotak penalti. Selanjutnya dua gol lain masing-masing disumbangkan Yao Rudy di menit 80 dan Akhmad Mustofa pada menit 90+2.
Asisten Pelatih PPSM Agus Riyono saat jumpa pers mengaku kecewa dengan hasil tersebut. ”Permainan kami tidak sesuai dengan skenario dikarenakan kami kesulitan membongkar pertahanan tuan rumah. Selain itu banyak pemain yang kami paksakan tampil padahal kondisi mereka tidak fit,” kata Agus.
Sementara pelatih Persipur Nanang Kushardyanto mengaku permainan timnya di laga kandang kali ini merupakan yang terbaik. ”Setelah beberapa kali kecewa dengan permainan kami, pertandingan ini menjadi obat dari kekecewaan tersebut,” kata pelatih berkepala plontos ini.
Sebelumnya, dia sempat khawatir menghadapi laga ini. Sebab dua pemain andalannya John Tamba Barnes dan Ribut Pujiono tidak bisa diturunkan lantaran akumulasi kartu. ”Selama ini kami buta kekuatan PPSM, kami khawatir tidak bisa mengimbangi mereka. Tetapi kenyataannya anak-anak berhasil menaklukkan mereka,” jelasnya.
Nanang pun menyatakan akan tetap melakukan evaluasi. Dikatakan, dirinya berencana mencoret dua pemain. Selain itu, pihaknya juga akan kehilangan Ranu Tri Sasongko yang berencana mengundurkan diri. (eko/aji/jpnn/ton)