Bengkel Las Jadi Sarang Teroris

303

Densus 88 Tangkap Tiga Orang

KLATEN–Densus 88 Antiteror kembali melakukan operasi penangkapan terduga teroris di wilayah hukum Polres Klaten. Kemarin pagi (15/5), tiga terduga teroris diamankan dari sebuah rumah yang sehari-hari digunakan sebagai bengkel di Dusun Sumber Wetan, Desa Sumber, Kecamatan Trucuk.
Informasi yang berhasil dihimpun Radar Solo menyebutkan, penggerebekan lokasi persembunyian terduga teroris oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror sekitar pukul 07.00. Saat itu, arus kendaraan yang melintas di jalan depan lokasi kejadian sempat dialihkan.
Dari dalam bangunan rumah dua lantai ini, polisi mengamankan tiga orang terduga teroris dan puluhan barang bukti (BB). Di antaranya, senjata api rakitan seperti senapan laras panjang jumlahnya belasan, pistol rakitan, dan samurai yang berjumlah puluhan.
“Ada juga anak panah yang dimasukkan dalam kotak, ikut diamankan. Selain senjata polisi, juga menyita bubuk warna putih diduga sebagai bahan peledak. Saya melihat ada gotri, sangkur, rencong,” ujar Surono, 39, salah satu warga.
Sementara itu, Kaur Pemerintahan Desa Sumber, Suratman menjelaskan bahwa Tim Densus 88 mulai melakukan penggerebekan sekitar pukul 07.00. Saat penangkapan, jalan di depan bengkel tempat persembunyian terduga teroris sudah ditutup polisi.
“Ada sekitar lima unit mobil yang digunakan polisi dalam penggerebekan tersebut. Tiga orang diamankan dengan mobil warna putih. Kemudian barang bukti dimasukkan karung, peti dan kardus dimasukkan mobil lain,” ungkapnya.
Saat penggerebekan berlangsung, Suratman sedang berada di kantor desa. Dia didatangi dua anggota Densus 88 yang mengenakan pakaian preman. Kedatangan dua anggota Densus ini untuk meminta Suratman menjadi saksi bahwa telah dilakukan penggerebekan terduga teroris di rumah berlantai dua tersebut.
Ketua RT 12, RW 06, Desa Sumber, Supar Padimarsono menambahkan, dirinya sekitar pukul 08.00 didatangi dua anggota Densus 88. Tujuannya, mengajak warga sebagai saksi penggerebekkan terduga teroris. Dia mengajak ketua pemuda dan satu warga untuk mengecek bengkel las yang berada di pinggir jalan antarkecamatan itu.
“Saat saya masuk sudah ada tiga orang yang diamankan polisi. Saya tidak mengetahui secara jelas wajahnya karena sudah berada di mobil. Saat itu saya diminta mengecek barang bukti yang diamankan polisi. Ada senjata api rakitan, pistol rakitan, anak panah dan senjata tajam seperti samurai dan sangkur,” ungkapnya.
Dia tidak mengetahui jumlah senjata secara pasti karena sudah dimasukkan ke dalam karung dan kardus. Setelah barang tersebut dimasukkan ke dalam mobil, dia pulang. “Warga tidak mengenal siapa saja yang berada di rumah kontrakan tersebut. Karena mereka bukan asli warga Sumber. Jadi selama ini mereka yang ditangkap tidak pernah berbaur dengan warga sekitar,” tambahnya.
Pantauan Radar Solo, lokasi penggerebekkan terduga teroris berada sekitar 20 meter dari kantor Desa Sumber. Bangunan dua lantai itu pada bagian depan bertuliskan bengkel las. Di bengkel ini melayani pembuatan pagar, teralis dan pintu.
Hingga kemarin sore, aparat kepolisian tetap menjaga sekitar lokasi penggerebekan. Police line juga masih terpasang. Ratusan warga yang penasaran memilih berhenti di depan bengkel. Kondisi ini membuat arus kendaraan sempat macet dan membuat polisi sibuk mengatur pengguna jalan.
Kapolres Klaten AKBP Nazirwan Adji Wibowo membenarkan jika ada penggerebekan teroris oleh Tim Densus 88 di Desa Sumber, Kecamatan Trucuk. Pihaknya hanya bertugas membantu pengamanan dan proses identifikasi di lokasi kejadian. “Untuk berapa terduga teroris yang diamankan dan barang bukti yang disita kami tidak berwenang. Silahkan langsung ke Mabes Polri saja kalau mau konfirmasi,” ujarnya. (oh/mas/ida)