Cari Solusi lewat ”Rob Idol”

357

GAJAHMUNGKUR – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengumpulkan sejumlah pakar untuk menentukan teknik terbaik penanganan banjir dan rob di Kota Semarang. Ganjar membantah dirinya condong memilih sistem giant sea wall karena ada unsur kepentingan bisnis yang dikedepankan.
”Anggaplah ini seperti Rob Idol. Konsep mana yang paling canggih. Saya membayangkan masing-masing akan mempertahankan disertasinya dan kita akan mendapat masukan terbaik untuk mengambil policy,” katanya sebelum membuka diskusi panel ”Penanganan Permasalahan Pantai di Teluk Semarang” yang digelar di Hotel Grasia, Rabu (14/5).
Ganjar mengungkapkan dirinya banyak dikritik saat melontarkan konsep giant sea wall. Padahal di sisi lain dia juga menerima ide sabuk pantai dari sejumlah pakar. Dia berpendapat sistem penanganan banjir dan rob di Kota Semarang harus segera ditentukan karena konsep polder dan pompa yang diterapkan saat ini tak efektif. ”Pakai polder, juga masih rob. Maka saya kumpulkan semuanya di sini untuk bicarakan apa way out. Silakan berdebat dan saya akan mendapatkan masukan sebelum mengambil keputusan,” paparnya.
Dia membantah lebih condong ke sistem giant sea wall karena memiliki kepentingan bisnis di dalamnya. ”Saya mau tepis, tidak ada unsur bisnis. Para pakar lebih baik pikirkan bagaimana solusinya daripada suudzon. Mau giant sea wall, sabuk pantai, atau polder saya gak peduli. Yang penting hentikan rob, terserah caranya,” katanya.
Sementara itu Dewan Kehormatan Komite Nasional Indonesia – International Commission on Irrigation and Drainage (KNI ICID), Siswoko Sastrodihardjo selaku pembicara kunci mengatakan penanganan rob dan banjir harus dilakukan dengan membentuk sistem yang jelas dan diikuti seluruh pemangku kepentingan. Dia menambahkan problem yang muncul di antaranya dataran banjir, sungai yang meluap, banjir kiriman, maupun coastal floods alias naiknya permukaan air laut ke daratan yang biasa disebut rob. (ric/ton/ce1)