Gugatan Ditolak, Calon Kades Karanganom Kecewa



719

SEMARANG – Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang yang diketuai Danan Priambada menolak gugatan terhadap Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo. Gugatan tersebut dilayangkan calon Kepala Desa (Kades) Karanganom, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang dengan gambar Padi, Dijono.

”Saya kecewa keputusan penolakan gugatan. Padahal bukti-bukti sudah jelas,” kata Dijono kepada wartawan.

Sidang putusan tersebut digelar PTUN Semarang, Rabu (14/5). Dalam sidang, majelis hakim menyatakan nota keberatan atau eksepsi tergugat tidak dapat diterima dalam pokok perkara. Hal itu yang menentukan gugatan Dijono ditolak seluruhnya. Majelis Hakim juga membebankan biaya perkara sebesar Rp 302.500 kepada penggugat.

”Gugatan ini saya layangkan supaya ke depannya tidak melaksanakan Pilkades (Pemilihan Kepala Desa, Red) seenaknya. Adanya keputusan penolakan ini, bukti otentik seperti diabaikan. Kami bingung sekarang mau mengadu ke mana lagi,” tuturnya.

Menurut Dijono, Pilkades Karanganom yang dilaksanakan pada 8 September 2013, tidak sesuai prosedur dan banyak terjadi pelanggaran. Ada dua calon saat itu, selain dirinya ialah Sugondo dengan gambar Ketela.

Pada Pilkades, Sugondo terpilih menjadi pemenang. Dari jumlah pemilih sebanyak 1.170 suara, Dijono memperoleh 573 suara, Sugondo 584 suara, dan suara tidak sah atau blangko rusak sebanyak 14 suara.

Surat Keputusan Bupati Batang Nomor 141/1143/2013 tentang Pengangkatan Calon Kepala Desa Terpilih tertanggal 23 September 2013, meresmikan Sugondo menjadi Kepala Desa Karanganom. Surat inilah yang digugat Dijono dalam perkara ini. Menurut Dijono, surat keputusan bupati Batang itu tidak sah atau cacat hukum.

Versi Dijono, pada tahap penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT) terdapat 1.281 pemilih. Tetapi, masih ada nama-nama warga desa Karanganom yang belum terdaftar, tidak dimasukkan. Panitia justru memasukkan nama-nama warga desa lain yang tidak punya hak pilih ke dalam DPT.

Sidang perkara ini diproses sejak Januari 2014 lalu. Tujuh orang saksi dihadirkan untuk diperiksa. Pada sidang putusan, pendukung Dijono selalu memadati kursi pengunjung PTUN Semarang. Sementara, Bupati Batang diwakili oleh pejabat Biro Hukum Sekretariat Kabupaten Batang. (ris/jpnn/ton/ce1)