Pengedar Sasar Warung Desa

275

JEPARA–Peredaran uang palsu (Upal) kini menyasar warung-warung kecil. Modusnya dengan melakukan pembelian, lantas berlalu pergi agar tidak ketahuan.
Badi, warga Desa Bulungan, Kecamatan Pakis Aji yang mengetahui modus tersebut. Di warungnya, ada laki-laki berumur sekitar 35 tahun jajan sekitar pukul 12.00 kemarin. Lelaki tak dikenal itu, membayar dengan uang Rp 100 ribu. Saat uang tersebut diterima, Badi menaruh curiga dengan uang yang diberikan lelaki itu. Lantas, Badi mengembalikan uang pecahan Rp 100 ribu tersebut.
Laki-laki itu pun langsung menerima uang itu dan kabur mengendarai sepeda motor Honda Karisma ke arah utara tanpa mengucapkan sepatah kata pun. ”Saya heran, biasanya kalau pembeli diberi tahu bahwa uangnya palsu menelitinya lagi dan mengganti dengan uang yang baru. Kali ini, pembeli laki-laki itu malah mengambil uang palsunya dan langsung kabur,” jelasnya.
Rupanya pengedar mencari mangsa lain. Dari warung Badi, pengedar menuju ke arah utara dan berhenti di warung Misbahhus Surur yang tengah dijaga istrinya, Etik. ”Ada laki-laki membeli sebungkus rokok Gudang Garam Surya 16 seharga Rp 15 ribu,” tutur Etik.
Tanpa menaruh kecurigaan pada uang yang dibayarkan lelaki tersebut, Etik memberikan kembalian Rp 85 ribu. Lelaki itu pun langsung bergegas memacu sepeda motornya.
Beberapa saat, Etik merasa aneh dengan uang tersebut. Etik pun memberikan uang tersebut agar dicek suaminya yang berada di samping warung kelontongnya. Ternyata uang tersebut memang palsu.
Mengetahui hal tersebut, Surur berupaya mengejar lelaki tersebut. Surur menerangkan, dalam jarak sepuluh meter membunyikan klakson agar orang tersebut berhenti. Namun usaha itu sia-sia. Laki-laki itu bahkan menambah kecepatan sepeda motornya. Hingga Surur kehilangan jejak.
Pada sore harinya sekitar pukul 17.00, Surur mendengar kabar bahwa sebuah warung di Desa Wonorejo, Kecamatan Kota, menjadi korban pengedaran upal. Lebih mengejutkan lagi, pengedar upal tersebut juga menaiki sepeda motor merek Honda Karisma. Diduga pengedar upal adalah orang yang sama.
Saat diklarifikasi, pihak kepolisian Jepara belum mendengar laporan peredaran upal. Kabag Humas Polres Jepara, Usman Jumaidi mengatakan, pihaknya berupaya menyelidiki peredaran upal yang tengah dialami masyarakat. ”Diimbau kepada masyarakat agar jeli dalam meneliti uang dalam bertransaksi. Harapannya agar masyarakat tak lagi kecolongan dengan peredaran upal,” ucap Usman kemarin. (him/lin/ida)