Persis Nodai Rekor PSIS



590

SOLO — Rekor selalu menang PSIS di Kompetisi Divisi Utama Indonesia 2014 akhirnya terhenti. Setelah menang enam kali berturut-turut, keperkasaan PSIS dihentikan oleh Persis Solo. Dalam laga yang sarat gengsi sore kemarin di Stadion Manahan Solo, tuan rumah mampu mengalahkan skuad Mahesa Jenar 1-0.

Laga Persis melawan PSIS berlangsung sangat menarik. PSIS tampil cukup percaya diri meski di bawah tekanan ribuan Pasoepati, suporter fanatik Persis. PSIS bahkan mampu mendominasi permainan di sepanjang laga. Namun Dewi Fortuna rupanya tak berpihak. Terus mengurung Persis dan menciptakan sejumlah peluang, namun tak satu pun gol tercipta. Bahkan, tercatat enam kali tendangan dan heading PSIS diselamatkan oleh mistar gawang Persis Solo yang dijaga kiper Agung Prasetyo. Agung juga tampil cemerlang dengan memblok tiga shoot on goal yang diciptakan para pemain PSIS.

PSIS yang mendapat dukungan sekitar 5.000 suporter Panser Biru maupun Snex, tampil dengan determinasi tinggi. Begitu wasit Fariq Hitaba dari Jogja meniup peluit kick off, para pemain PSIS langsung mengambil inisiatif menyerang. Peluang langsung datang di menit ke 2, ketika Ronald Fagundez yang mendapat kesempatan melakukan tendangan bebas mampu memberikan umpan matang kepada Julio Alcorse di mulut gawang Persis. Sayang, sundulan Alcorse tepat dalam tangkapan kiper Agung Prasetyo.

Peluang PSIS juga terjadi di menit ke-7 ketika M. Yunus melakukan solo run, dan tinggal berhadapan dengan kiper. Namun sontekannya juga mampu ditepis kiper Persis.

Di babak pertama, setidaknya empat peluang PSIS mentah. Di antaranya menit ke-18, tendangan bebas Fagundez hanya mampu membentur mistar gawang Persis. Saat turun minum, skor masih kaca mata.

Babak kedua, PSIS juga langsung menggebrak. Baru 8 menit berjalan, heading bek PSIS Fauzan Fajri yang membantu serangan membentur tiang gawang. Satu menit kemudian, giliran tendangan Fagundez yang membentur mistar.

Petaka bagi PSIS datang satu menit kemudian. Serangan Persis yang sebenarnya tidak terlalu berbahaya, justru berbuah gol. Bermula dari antisipasi Safrudin Tahar, bola justru jatuh ke kaki striker Persis Yanuar. Tendangan kerasnya, gagal diantisipasi oleh penjaga gawang PSIS Catur Adi Nugroho.

Setelah unggul, Persis bermain save, dan beberapa kali para pemain Laskar Sambernyawa ini mencoba mengulur-ulur waktu. Akibatnya, para pemain PSIS terlihat emosional. Benturan-benturan keras acapkali terjadi. Wasit sampai mengeluarkan tujuh kartu kuning, empat untuk PSIS dan sisanya untuk Persis.

PSIS sebenarnya tak mengendurkan serangan setelah tertinggal 0-1. Namun memang keberuntungan tidak menghinggapi. Termasuk ketika memasukkan Hari Nur Yulianto menggantikan striker Julio Alcorse yang tampil buruk di menit ke-85. Namun tetap saja gawang Persis terjaga ’keperawanannya.’

Yang menarik, panpel Persis ternyata tidak siap dengan lampu penerangan. Stadion berkelas internasional tersebut gelap gulita karena memang sudah petang hari, namun panpel tidak menyalakan lampu. Ini membuat kubu PSIS protes.
”Stadion sudah gelap, tapi panpel tidak siap lampu. Kita dirugikan karena serangan untuk menyamakan gol jadi terhambat,” ujar Kairul Anwar, General Manager PSIS.

Pelatih PSIS Eko Riyadi mengakui kekalahan timnya. Faktor keberuntungan menjadi soal, meski timnya bermain bagus. ”Anak-anak bermain luar biasa, tapi lawan lebih beruntung,” katanya.

Sementara pelatih Persis Widiyantoro mengatakan, timnya menang karena pemainnya mampu memanfaatkan peluang menjadi gol. ”PSIS bagus, saya sangat bangga para pemain mampu mengatasinya,” ujar Widi.

Meski kalah, PSIS dipastikan masih menjadi juara paro musim dengan 18 poin hasil dari enam kali menang dan sekali kalah hingga akhir putaran pertama. Poin ini tak terkejar Persis di urutan kedua. Saat ini, Persis mengemas 14 poin, dan menyisakan sekali laga menjamu Persiku Kudus. Bila menang, Persis maksimal hanya mengumpulkan poin 17.

”Kita bersyukur meski kalah lawan Persis, tapi masih juara putaran pertama. Masa jeda akan kita manfaatkan dengan evaluasi besar agar di putaran kedua lebih mantap. Kita akan bongkar pasang pemain, terutama di posisi striker yang selama ini jadi kendala,” tandas Kairul Anwar. (smu/aro/ce1)