Sikucing Abrasi 1 Meter

288

KENDAL — Abrasi di Pantai Sendang Sikucing makin parah. Bahkan, sudah mencapai hingga satu meter. Hal itu diduga karena cuaca ekstrem dan tidak ada upaya pembuatan sabuk pantai maupun penanaman mangrove.
Dampaknya, pengunjung pantai semakin berkurang. Pengelola Pantai Sendang Sikucing, Ahmad Mahrozi mengatakan, selama empat bulan, wisata Sendang Sikucing ditutup total.
”Sejak Januari-April pantai ditutup, baru dibuka awal bulan ini, itu pun pengunjungnya sedikit karena abrasi yang mengakibatkan keindahan pantai berkurang,” tutur Mahrozi, kemarin.
Menurut Mahrozi, akibat kerusakan pantai yang cukup parah, pengunjung berkurang hingga 60 persen. Selain itu, pengelola pantai membutuhkan dana hingga ratusan juta untuk memperbaiki pantai yang rusak.
”Selama empat bulan, sama sekali tidak ada pemasukan. Padahal, tahun ini pengelola ditarget untuk pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) Rp 189 juta,” paparnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Agus Rifai mengatakan, abrasi Pantai Sendang Sikucing akibat dampak cuaca ekstrem yang terjadi sepanjang bulan penghujan tahun ini.
”Kerusakan pantai, kami akui sangat parah. Meski tidak ada bangunan yang rusak, tapi tetap membutuhkan biaya besar.” Agus menjelaskan, kerusakan pantai di Sendang Sikucing, hampir 60 persen dari  area pantai hingga area parkir kendaraan.
”Sementara ini, kami belum bisa berbuat banyak. Tapi kami upayakan untuk membangun sabuk pantai yang rusak akibat terkena abrasi. Kami juga akan mempercantik pantai dengan taman dan air mancur.” (bud/isk/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.