Antisipasi MERS, Siapkan Ruang Isolasi

279

BALAI KOTA — Pemkot Semarang mulai mewaspadai masuknya virus corona. Virus ini menjadi penyebab penyakit MERS (Middle East Respiratory Syndrome) atau yang lebih dikenal dengan penyakit sindrom pernapasan timur tengah yang sekarang tengah mewabah. Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang mulai mengambil langkah antisipasi dan pencegahan terhadap peredaran virus tersebut. Sebab, tingkat kematian akibat serangan penyakit ini cukup tinggi.
”Penyakit MERS ini tidak mudah menular, tetapi angka kematiannya tinggi hampir 40 persen. Dari 10 penderita, ada 4 yang meninggal dunia,” kata Kepala DKK Semarang Widoyono kepada Radar Semarang kemarin.
Menurutnya, penyakit ini memang beda dengan flu burung. Penyakit sindrom pernapasan yang disebabkan oleh virus corona ini menyerang saluran pernapasan. Pihaknya mengklaim sudah mengantisipasi dengan melakukan berbagai langkah, seperti menyiapkan ruang isolasi di rumah sakit-rumah sakit yang ada di Semarang, serta siap melakukan pengambilan sampel dan pengujian laboratorium.
”Kita sudah koordinasi dengan seluruh rumah sakit. Selain itu,BALAI KOTA–Pemkot Semarang mulai mewaspadai madan bandara sebagai pintu masuk orang apabila mendeteksi orang yang memiliki gejala penyakit MERS. Jika ada jamaah umrah atau haji pulang dalam keadaan flu misalnya, diminta segera melapor,” ungkapnya.
Dikatakan, jika ada warga yang datang dari negara-negara terjangkit MERS terutama Arab Saudi, dan dalam keadaan flu, maka harus diwaspadai kemungkinan terkena MERS. ”Lebih baik satu dianggap MERS tapi bukan, daripada 10 dianggap tidak MERS ternyata MERS,” katanya.
Menurut Widoyono, wilayah Indonesia sebagai negara tanpa batas, sangat memungkinkan sekali virus MERS masuk ke Kota Semarang. Apalagi hanya dalam waktu 24 jam orang dari Arab Saudi bisa sampai ke Indonesia dan Semarang.  
Widoyono berharap, masyarakat juga ikut melakukan langkah antisipasi terhadap virus MERS ini. Yang perlu dilakukan masyarakat, pertama jika ada saudara pulang dari negara terjangkit terutama Arab Saudi dalam keadaan flu, harus menggunakan masker. Kedua, supaya tidak tertular flu tersebut keluarganya harus meningkatkan daya tahan tubuh. ”Meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi multivitamin dosis tinggi, sayur dan buah. Biar tidak mudah terserang,” tegasnya.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo, mendukung langkah antisipatif Dinas Kesehatan terhadap penyakit MERS. Karena faktanya tingkat kematian penderita penyakit ini cukup tinggi. Di negara yang diduga menjadi sumber penyakit ini, yakni Arab Saudi sendiri korbannya terus berjatuhan. (zal/aro/ce1)