Diduga Libatkan Jaringan Guru

286

Peredaran Kunci Unas

BARUSARI — Aparat Satreskrim Polrestabes Semarang terus mendalami dugaan beredarnya kunci jawaban ujian nasional (unas) SMP/MTs dan sederajat di Kota Semarang. Selain tiga guru dan lima siswa SMA, petugas terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi lain. Disinyalir kasus ini sudah merupakan jaringan dan melibatkan sejumlah guru lain.
Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Wika Hardianto mengaku masih mendalami kasus tersebut. Dilihat dari modusnya, kuat diduga terdapat jaringan peredaran kunci jawaban unas. Sebab, kunci jawaban yang ditemukan di Semarang, ternyata didapatkan dari Grobogan.
”Kami masih menelusurinya. Memang ada indikasi melibatkan sejumlah guru,” katanya kepada Radar Semarang.
Wika menambahkan, keterangan saksi diperlukan dalam pengungkapannya. Sejauh ini semua yang sudah diperiksa masih berstatus sebagai saksi. Meski begitu, status bisa berubah jika ditemukan berbagai alat bukti untuk menjerat pelaku.
”Beberapa guru selain Sw (guru SMP di Grobogan, Red), sudah kami mintai keterangan. Ini untuk menelusuri dari mana kunci jawaban sampai bisa beredar,” ujarnya.
Sejauh ini, kata dia, masih belum ada tersangka dalam kasus dugaan kebocoran kunci jawaban unas SMP di Kota Atlas. Dari informasi yang diterima, kunci jawaban yang diamankan mata pelajaran IPA dan Bahasa Inggris. Tapi dugaan kuat, peredaran sudah sejak hari pertama unas.
”Lima siswa SMA yang kami amankan itu sedianya hendak menjual kunci jawaban di Semarang,” tambahnya.
Mereka adalah Ag, Pd, Hi, Dr, dan As. Kelimanya diamankan di lokasi fotokopi Jalan Fatmawati, Pedurungan, Kamis (8/5) pagi sekitar pukul 05.00 lalu.
Kelima siswa SMA itu mengaku baru kali pertama melakukan aksi jual-beli kunci jawaban unas tersebut. Meski begitu, Wika tidak percaya dan akan menindaklanjuti.
”Jadi kunci jawaban didapatkan dari Grobogan. Di Semarang hanyalah tempat untuk menjual. Satu kunci jawaban dijual antara Rp 1,5 juta sampai Rp 3 juta,” katanya. (fth/aro/ce1)