Dua PSK Positif HIV/AIDS

509

DEMAK-Aparat Satpol PP bersama tim gabungan yang terdiri dari pihak kepolisian, TNI, Kesbangpolinmas berhasil menjaring 7 pekerja seks komersial (PSK) di beberapa wilayah di Demak. Bahkan, 2 diantaranya setelah diperiksa kesehatannya terindikasi positif mengidap penyakit HIV/AIDS.
Para wanita tuna susila (WTS) yang diamankan petugas adalah Slt, 30, warga Kecamatan Godong, Grobogan, Spm, 55, warga Kecamatan Geyer, Grobogan, dan Kby, 57, Kecamatan Gubug, Grobogan. Mereka ditangkap di Brumbung, Mranggen. Lainnya, Wln, 27, warga Kecamatan Demak Kota, Ttk, 32, warga Pecangaan, Jepara, DK, 24, warga Jepara dan Yt, 16, warga Jepara. Keempatnya ditangkap di lokasi Tanggul Indah, Desa Mranak, Kecamatan Wonosalam. Sedangkan, dua pria hidung belang yang turut diamankan adalah Ksn, 16, warga Kecamatan Kebonagung dan Tsm, 33, warga Kecamatan Wonosalam. Yang bersangkutan dijaring saat asyik kencan dengan PSK di Tanggul Indah.
Kasi Penyuluhan dan Penegakan Perda Satpol PP, Lilik Handoyo mengatakan, saat menangkap para PSK itu, petugas sempat kejar-kejaran. Sebab, saat razia di wilayah Desa Brumbung, Kecamatan Mranggen, ada PSK yang lari ke ladang jagung yang tumbuh di sawah. Karena tanaman jagung tinggi dan lebat, ada PSK yang tidak bisa ditangkap. “Tanaman jagungnya sudah tinggi. Bahkan, yang ngejar PSK pun gatelen (kulitnya terasa gatal-gatal),” katanya.
Selain di Mranggen, PSK yang ditangkap di Tanggul Indah, Desa Mranak dan jalan lingkar selatan Kota Demak juga sempat berlarian menghindari petugas. Namun, dengan cekatan Satpol PP berhasil menangkap mereka. Dalam praktik di semak-semak dan warung remang-remang itu, ada yang berkedok sebagai tukang pijat.
Staf penegakan perundang-undangan Satpol PP, Tulus Wahyudi menambahkan, untuk menangkap PSK tidak semudah yang dibayangkan. Sebab, saat hendak dibekuk, mereka kerap lari duluan. “Operasi ini akan kita galakkan terus,” katanya.
Kasatpol PP Yulianto mengatakan, operasi PSK tersebut dilakukan berdasarkan Perda Nomor 10 Tahun 2001 tentang larangan pelacuran. “Kami berharap, wilayah Demak ini bersih dari PSK. Apalagi, ini Kota Wali,” jelasnya. Karena perbuatan mesum itu, para PSK dan pria hidung belang dijerat tindak pidana ringan (tipiring). (hib/ton)