Harga Pupuk Urea Rp 110 Ribu per Sak

354

TEMANGGUNG–Kelangkaan pupuk jenis urea di Kabupaten Temanggung menyebabkan harganya melonjak. Kelangkaan disertai permintaan yang tinggi memasuki musim tanam tembakau saat ini menyebabkan harga urea Rp 110 per sak. Harga tersebut untuk pupuk dengan kuantitas 50 kilogram yang biasanya diperjualbelikan dengan harga Rp 95 ribu.
Tugiyo, 33, petani tembakau Desa Petirejo Kecamatan Ngadirejo menuturkan, sejak tiga tahun terakhir, harga pupuk kimia terus naik, terutama ketika petani mulai membutuhkan pupuk.
Ia menyebutkan, pada 2012 harga pupuk urea Rp 72 ribu per sak, pupuk ZA hanya Rp 75 per sak. Kemudian pada 2013 harga urea naik menjadi Rp 81 ribu dan ZA Rp 85 ribu. “Saat ini harga untuk urea mencapai Rp 110 per sak, sedangkan ZA mencapai Rp 97 ribu,” katanya.
Selain mahal, untuk mendapatkan pupuk saat ini sangat sulit. Petani harus ikut anggota kelompok tani. “Ini yang menyebabkan harga pupuk menjadi sangat mahal. Jadi pupuk itu sekarang didistribusikan ke petani melalui kelompok tani, tidak seperti dulu petani bebas membeli pupuk di mana saja,” keluhnya.
Dengan adanya sistem seperti ini, sangat merugikan petani yang tidak terdaftar menjadi anggota. Karena kelompok tani menerapkan harga pupuk yang berbeda antara anggota dengan petani pada umumnya. “Kalau untuk anggota kelompok tani harga pupuk urea hanya Rp 98 ribu per sak, sedangkan di luar anggota kelompok tani dihargai Rp 110. Sebenarnya apa yang membedakan, kita sama-sama petani, kok diperlakukan berbeda,”keluhnya.
Trimah, 33, petani lainnya juga mengeluhkan hal yang sama. Bahkan katanya, pemerintah saat ini tidak pernah memihak pada petani. Segala macam aturan diterapkan dengan dalih agar subsidi bisa langsung pada penerimannya. Kenyataannya dengan sistem yang diterapkan pemerintah saat ini justru menyulitkan petani dan menguntungkan pihak-pihak tertentu saja. (zah/lis)