Jateng Akan Terapkan Sehari Berbahasa Jawa

265

SEMARANG–Gubernur Jateng Ganjar Pranowo akan menerapkan sehari berbahasa Jawa di lingkungan Pemprov Jateng. Ganjar menyatakan Jateng sejatinya sudah memiliki Perda Bahasa, Sastra, dan Aksara Jawa, namun pelaksanaannya masih gagap.
Dia mengungkapkan, Kabupaten Karanganyar dan Kota Surakarta dapat menjadi contoh penerapan bahasa Jawa dalam aktivitas sehari-hari. Karenanya, dia berharap Provinsi Jateng yang telah memiliki perda bahasa, sastra, dan aksara Jawa dapat menjadi acuan penerapan sehari berbahasa Jawa. “Pakailah paling tidak sehari berbahasa Jawa,” ujarnya.
Aturan tersebut diharapkan mampu membuat bahasa Jawa tetap lestari dan digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Menurut gubernur, meski sudah memiliki perda, namun Jateng masih gagap menerapkannya. “Alasannya dianggap sulit. Padahal bahasa Jawa tidak harus kromo inggil, ngoko juga tidak apa-apa. Terselip bahasa Indonesia sedikit juga tidak mengapa,” katanya.
Mantan anggota Pansus Raperda Bahasa Jawa, Muh Zen Adv, mendukung langkah tersebut. Dia berharap praktik berbahasa Jawa dalam sehari bisa diterapkan di semua instansi pemerintah dan sekolah mulai dari provinsi sampai tingkat desa. “Tujuannya agar bahasa, sastra, dan aksara Jawa benar-benar hidup dan kembali ada, aplikatif dalam aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Zen mengusulkan sehari berbahasa Jawa diterapkan setiap hari Jumat saat PNS berolahraga pagi sehingga memiliki kesempatan berkomunikasi lebih banyak antar sesama aparatur. (ric/aro)