Siswi MTs Dicabuli di Warnet

303

Pelaku Bapak
Satu Anak

KUDUS – Wacana menghukum pelaku pencabulan anak di bawah umur dengan dikebiri mungkin ada baiknya. Sebab, kasus pencabulan yang melibatkan bocah maupun pelajar marak terjadi. Bahkan, pelakunya pun banyak dari kalangan bapak-bapak alias pria yang sudah berkeluarga.
Di Kudus, kasus pencabulan kembali terjadi. Kali ini pelakunya Muhammad Nur Wahidin, 29, warga Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, yang sudah memiliki istri dan anak. Dia diduga mencabuli anak SMP usia 15 tahun berinisial Ww, yang baru dikenalnya 10 hari. Pelaku diduga mencabuli Ww sebanyak dua kali di tempat yang sama, yakni di salah satu warnet di Desa Purwosari, Kecamatan Kota.
Kapolres Kudus AKBP Bambang Murdoko melalui Kasatreskrim AKP Sulkhan mengatakan, peristiwa pencabulan pertama terjadi pada Sabtu (15/4) lalu pukul 16.30. Berikutnya pada Kamis (1/5) pukul 14.30.
Sulkhan menjelaskan, awal mulanya pelaku berkenalan dengan korban korban yang masih warga Kecamatan Dawe di salah satu taman di Jalan Perintis Kemerdekaan (arah ke UMK). Usai berkenalan, mereka berdua sering melakukan komunikasi lewat ponsel. ”Akhirnya, Sabtu (26/4) lalu pelaku mengajak ketemu korban di salah satu warnet di Desa Purwosari, Kecamatan Kota,” katanya.
Setelah bertemu, pelaku mengajak korban ke dalam warnet. Di salah satu bilik, pelaku Nur dan korban membuka Facebook (FB). ”Tapi sembari melihat FB, pelaku melakukan aksinya dengan menciumi pipi dan bibir korban, kemudian tangan pelaku memegang payudara sampai menggrayangi alat vital korban,” terang Sulkhan.
Kejadian kedua, pada Kamis (1/5) lalu, di tempat yang sama dengan modus yang sama, pelaku merayu korban hingga akhirnya melakukan hubungan suami-istri. Setelah selesai melampiaskan nafsunya, pelaku mengantar korban pulang sampai ke rumah. Namun, saat di rumah korban, pelaku ditanyai orang tua korban yang merasa curiga, sehingga meminta pelaku menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP). Orang tua korban juga bertanya pekerjaan pelaku.
”Setelah ditanya nama orang tua pelaku dan dimintai nomor telepon orang tuanya karena mau dihubungi orang tua korban, pelaku lari karena ketakutan dan meninggalkan KTP serta kendaraannya di rumah korban,” jelasnya.
Akhirnya, orang tua korban melaporkan pelaku ke Polres Kudus. ”Setelah mendapatkan laporan, petugas langsung melakukan penyelidikan keberadaan pelaku. Berdasarkan informasi, pelaku di Ruko Agus Salim Getas Pejaten Kudus. Akhirnya, petugas langsung mendatangi lokasi tersebut dan berhasil menangkap pelaku,” tegasnya. Pelaku Nur berhasil ditangkap anggota Reskrim Selasa (13/5) lalu. Dia dinilai melanggar pasal 81 dan 82 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlidungan Anak. (san/lil/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.