Bermodal Laptop dan Koneksi Internet

289

POLRESTABES Semarang mengakui judi bola di kalangan masyarakat, baik online maupun yang konvensional, mulai marak. Terlebih, menjelang Piala Dunia 2014.
Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto mengatakan, pihaknya saat ini menambah kewaspadaan, karena judi online bola mulai marak lagi.
Wika mengklaim, selama ini Polrestabes tidak tinggal diam menyikapi maraknya judi online. Sejumlah pelaku— baik pemasang maupun bandar—ada yang sudah berhasil diamankan. Meski begitu, masih tetap banyak yang beroperasi. “Intinya, kami akan menindak tegas setiap pelaku perjudian online. Mereka bisa dijerat pasal 303 KUHP tentang perjudian.”
Perjudian online selama ini lebih mudah dijalankan, dibandingkan dengan cara manual. Pelaku memanfaatkan perkembangan teknologi. Hanya bermodalkan laptop dan koneksi internet, penjudi bola, bisa dengan mudah bertaruh.
Wika menegaskan, pihaknya terus mobile dan menelusuri jenis perjudian tersebut. “Tidak ada toleransi, jika terbukti langsung ditindak tegas.” 
Seorang pelaku judi online di Kota Semarang berhasil dibekuk Unit Resmob Satuan Reskrim Polrestabes Semarang beberapa waktu lalu adalah Budi Utomo, 43, warga Boom Lama No 84 RT 2 RW 3, Kuningan, Semarang Utara.
Ia mengaku sudah cukup lama menggeluti bisnis haram tersebut. “Awalnya diajari teman, kemudian jalan sendiri. Saya mencari pelanggan atau pemasang judi, kemudian dipasangkan,” akunya.
 Budi Utomo mengatakan, cukup mudah menggeluti bisnis judi online. Hanya bermodalkan laptop, handphone, dan modem, siapa saja bisa mengikuti bisnis judi. Bisnis judi ini bisa dijalankan dengan mudah; di mana saja dan kapan saja. Ia biasanya selalu bertaruh di situs internasional www.ttwinner.com.
“Omzetnya lumayan banyak bisa dapat Rp 2 sampai Rp 5 juta. Jalankan bisnis dari rumah, tinggal buka internet,” ucapnya. (fth/isk)