Jagal Hewan Akan Disadarkan

399

UNGARAN — Pemanfaatan rumah pemotongan hewan (RPH) modern di Jawa Tengah belum optimal. Padahal, revitalisasi sejumlah RPH menjadi lebih modern— dengan fasilitas lengkap berstandar internasional— telah dilakukan.
Kendati demikian, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah tetap mendorong agar masyarakat dapat memanfaatkan RPH modern.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Whitono mengatakan, revitalisasi telah dilakukan di sejumlah RPH di Jawa Tengah. Seperti RPH Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Surakarta, Boyolali dan RPH di Kabupaten Tegal.
Bahkan, menurut Whitono, RPH di Semarang, Boyolali, Salatiga, dan Surakarta sudah dilengkapi fasilitas ruang pendingin. Juga dilengkapi truk pengangkut daging beku.
”Namun, masih banyak pemotongan hewan di luar RPH yang disediakan dengan lebih modern. Seperti di Boyolali, banyak jagal yang memotong di sejumlah tempat pemotongan.”
Whitono mengakui, untuk mengubah kultur dan kebiasaan para jagal, tidaklah mudah. Butuh sosialisasi, sehingga para jagal mau menggunakan fasilitas di RPH yang sudah modern.
Untuk itu, pihaknya terus mendorong upaya penyuluhan kepada para jagal. ”Sesuai ketentuan pemotongan hewan seperti sapi harus dilakukan di RPH.”
Whitono mengatakan, pada 2014 ini, pihaknya akan merevitalisasi sejumlah RPH lagi. Antara lain, RPH di Kabupaten Semarang, Kudus, Brebes, dan RPH di Banyumas. Fasilitas dan peralatan di RPH yang akan direvitalisasi, juga berstandar international.
Terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Semarang,  Agus Purwoko Djati mengatakan, setiap kabupaten/kota harus mempunyai RPH yang memenuhi persyaratan teknis. Hal itu sesuai UU No 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. (tyo/isk/ce1)