Karena Konsistensi Lab School

346

Kalahkan SMAN 1 Jepara, Tantang Theresina 1 di Final

SEMARANG – Perjuangan berat harus dilakoni tim cowok SMA Satya Wacana (Lab School) Salatiga sebelum berhasil memastikan satu tiket final party Honda DBL Central Java Series – North Region. Ibarat laga final, Lab School kemarin harus habis-habisan sebelum menundukkan tim kuat SMAN 1 Jepara (Smansara) di babak fantastic four.
Kedua tim bermain dengan tempo tinggi sejak kuarter pertama di mana Lab School mampu unggul 23-11. Di kuarter kedua laga semakin sengit. Lab School masih mampu unggul tipis 26-21 di kuarter tersebut. Di kuarter ketiga, Khoirul Zainal Abidin yang menjadi motor Smansara tampil memukau. Namun Lab School melawan mati-matian dan tetap menang 42-39.
Petaka bagi Smansara terjadi di kuarter penentu. Dua big man Smansara Wuri Ismail dan Alfonso Denio Brillian terkena hukuman foul out sehingga membuat Smansara tampil pincang. Keluarnya Wuri dan Alfonso membuat Lab School semakin percaya diri hingga akhirnya menang 70-53.
“Anak-anak tampil lebih konsisten. Selain itu strategi kita berjalan baik dan lawan lemah di defense serta sering foul,” kata pelatih Lab School, Aditya Krisnha Permana.
Perjuangan Lab School belum selesai, Di final, Lab School akan menghadapi juara bertahan SMA Theresiana 1 Semarang yang di fantastic four kemarin juga berhasil unggul atas SMA Sedes Sapientiae Semarang 51-28.
Laga berjalan dengan tensi tinggi. Tercatat empat pemain harus terkena foul out. Tiga diantaranya adalah punggawa Sedes yaitu Mikael Nandana, Thomas Krisnadi dan Michael Billy Foeh. Sementara Theresiana juga harus kehilangan Fransiscus Tommy di kuarter itu. (bas/smu)