PKL Agus Salim Kembali Semrawut

310

PURWODINATAN — Kendati sudah disediakan lapak khusus di Jalan Arif Rachman Hakim, namun para pedagang kaki lima (PKL) tetap nekat berjualan di kawasan Jalan Agus Salim. Bahkan berkali-kali ditertibkan petugas Satpol PP Linmas Kota Semarang, mereka tetap nekat melanggar dan tak gentar barang dagangannya disita petugas.
”Saya sudah mencoba menempati lapak sesuai arahan Dinas Pasar di Jalan Arif Rachman Hakim, tapi di sana sepi pembeli,” kata salah satu pedagang perabotan yang tak mau disebutkan namanya.
Karena sepi pembeli, katanya, dia terus merugi. Akhirnya memutuskan kembali ke Jalan Agus Salim. ”Tapi saya tetap berjualan di dalam garis pembatas, tidak sampai menjorok ke jalan. Kami minta pemerintah memberi kesempatan dan mengerti keadaan kami,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Satpol PP Linmas, Gurun Risyad Moko segera berkoordinasi dengan Dinas Pasar dan kelurahan setempat untuk mengambil tindakan tegas. Bahkan, ancaman sita barang dagangan bakal direalisasikan.
”Kami tidak ingin dianggap main-main atau sekadar isapan jempol. Jangan sampai ada kesan di masyarakat bahwa satpol hanya main-main dan tidak tegas. Kami akan berkoordinasi dengan SKPD terkait. Setelah itu, kami lakukan penertiban sekaligus penyitaan barang dagangan,” tegasnya.
Menurut Gurun, langkah preventif sudah dilakukan berulang kali. Namun tindakan ramah tersebut tidak diindahkan oleh para pedagang. Satu-dua kali diperingatkan dan ditertibkan dengan cara yang baik tidak bisa, maka tidak ada toleransi lagi, barang dagangan akan disita. ”Barang sitaan tersebut tidak boleh diambil selama satu minggu. Kalau mau mengambil juga harus membuat surat pernyataan,” tandasnya.
Karena itulah, dia meminta dinas terkait turut mendukung langkah petugas penegak Satpol PP dan Linmas dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda). Pasalnya penertiban yang dilakukan Satpol PP selama ini, petugas Dinas Pasar tidak terlihat di lokasi atau turut menertibkan dan memberikan sosialisasi agar pedagang menempati lapak yang sudah disiapkan dan tidak mengganggu arus lalu lintas di kawasan Jalan Agus Salim.
”Langkah Satpol PP dan Linmas seharusnya didukung dinas terkait. Jangan hanya menyerahkan semuanya kepada penegak Perda. Memang kami menjalankan tugas sesuai tupoksi, tapi SKPD juga mendukung agar pedagang agar tidak kembali melanggar,” imbuhnya.
Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat, Aniceto Magno Da Silva menambahkan bahwa di depan gedung Johar Shopping Center (JSC), PKL juga menyebar di depan gedung Kantor Pos. Sebelumnya, satpol PP sudah menrtibkan sekitar 200 pedagang di dua titik kawasan tersebut.
”Kami sudah mengingatkan kalau kawasan itu merupakan daerah larangan untuk PKL. Mereka melanggar Perda nomor 11 tahun 2010 tentang penempatan pedagang. Keberadaan mereka telah mengganggu arus lalu lintas dan keindahan wajah kota,” ujarnya. (zal/ida/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.