Solo Pengguna Nomor Wahid Narkoba

287

SOLO – Kota Solo menjadi kota nomor wahid masalah penggunaan narkoba. Sebagian pengguna adalah para pekerja lulusan SMA dan sarjana. Untuk menangkalnya, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah terus turun gunung.
Salah satunya menyasar ke sekolah-sekolah di Kota Bengawan, kemarin (17/5). Yakni mengajak siswa SMAN 1 Solo mendeklarasikan anti narkoba. Di halaman sekolah setempat, BNNP mengajak para siswa mengenal narkoba melalui sebuah replika.
Setelah itu, berbagai macam replika narkoba yang telah dikenalkan, seperti ganja, sabu-sabu, dan pil ekstasi dibakar. Siswa dipersilakan membakar narkoba jenis tersebut ke dalam sebuah tungku dari tong yang sudah dipenuhi bara api.
Kepala BNNP Jawa Tengah Kombespol Sutarmono mengatakan, Solo menjadi kota nomor satu dalam hal penggunaan narkoba tingkat Jateng. Disusul kemudian Semarang, Cilacap, Purwokerto, Tegal, dan Pekalongan.
”Sebagian besar pengguna narkoba adalah pekerja mencapai 70 persen. Alasannya juga bermacam-macam mulai sudah punya penghasilan, menjadi pengguna sejak sekolah, dan sebagai doping. Dan status mereka biasanya lulusan pelajar SMA dan lulusan S1,” ungkap dia.
Kegiatan ini merupakan suatu upaya preventif dan untuk memberikan dorongan kepada semua pihak dalam pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, serta peredaran gelap narkotika. Selain itu juga untuk meningkatkan daya juang dan peran serta seluruh komponen masyarakat guna menumbuhkan kepedulian tinggi terhadap bahaya narkoba.
Acara ini sudah dilakukan di 15 sekolah, 15 kampus, dan 15 tempat kerja. Dia menjelaskan, aksi ini bertujuan agar sekolah dan tempat lain yang disasar menjadi tempat yang bersih narkoba.
Sebelumnya, para siswa SMAN 1 Solo mengadakan tes urine. Hal itu juga dilakukan di beberapa sekolah di Solo. Dia menyebut, sebagian hasil dari tes negatif. Namun tetap harus waspada, mengingat adanya kasus narkoba yang menyeret pelajar di Solo.
Sementara itu, Landung Wicaksana, selaku salah satu siswa sekolah setempat mendukung penuh deklarasi anti narkoba. Menurut dia, acara ini perlu diapresiasi. Dari sini dirinya dapat belajar mengenal dan memerangi narkoba. ”Bagus, kita juga mengerti tentang bahaya narkoba, karena itu kita tahu dan bisa menghindarinya,” tuturnya.
Acara kali ini dikemas dengan cukup menarik. Selain membakar replika narkoba, ada juga talk show tanya jawab soal narkoba. Selain itu ada lomba yel-yel dan poster tentang narkoba yang diikuti siswa sekolah setempat. (din/un/jpnn/ric)